Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 17.009 pada Rabu, 8 April 2026. Posisi rupiah itu menguat 83 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.092 pada perdagangan Selasa, 7 April 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 9 April 2026 hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.035 per dolar AS. Posisi itu melemah 23 poin atau 0,14 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.013 per dolar AS.
- istockphoto.com
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar merespon positif terhadap realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 yang mencapai Rp 574,9 triliun, atau meningkat 10,5 persen secara year-on-year (yoy). Realisasi tersebut setara dengan 18,2 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar Rp 3,15 kuadriliun.
Capaian tersebut didukung oleh kinerja penerimaan pajak pada kuartal I-2026 yang keseluruhan tumbuh kuat, baik secara bruto maupun neto dengan realisasi bulanan yang konsisten dan meningkat sejak awal tahun. Secara total, penerimaan perpajakan mencapai Rp 462,7 triliun, atau meningkat 14,3 (yoy). Terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp 394,8 triliun serta kepabeanan dan cukai sejumlah Rp 67,9 triliun.
Pajak Penghasilan (PPh) Badan terkumpul sebesar Rp 43,3 triliun atau naik 5,4 persen (yoy); PPh Orang Pribadi dan PPh 21 Rp 61,3 triliun atau naik 15,8 persen (yoy); dan PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 Rp 76,7 triliun atau naik 5,1 persen (yoy).
Sementara Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) tercatat Rp 155,6 triliun atau melonjak 57,7 persen (yoy); serta pajak lainnya mencapai Rp 57,9 triliun atau terkontraksi 5,7 persen (yoy).
Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 67,9 triliun atau turun 12,6 persen (yoy). Terdiri dari cukai Rp 51 triliun atau turun 11,2 persen (yoy), bea keluar Rp5,4 triliun atau turun 38,9 persen (yoy), serta bea masuk Rp11,5 triliun atau naik 0,9 persen (yoy). Selain itu, pendapatan negara per akhir Maret juga berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 112,1 triliun serta hibah senilai Rp 100 miliar.





