BEIRUT, KOMPAS.TV - Militer Israel meluncurkan serangan besar-besaran ke Lebanon sesaat setelah gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran berlaku pada Rabu (8/4/2026).
Otoritas Lebanon melaporkan operasi pengeboman Israel menewaskan lebih dari 100 orang dan menimbulkan lebih dari 1.000 korban luka.
Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine mengatakan negaranya menghadapi eskalasi berbahaya karena Israel meluncurkan lebih dari 100 serangan udara dalam waktu kurang dari sehari.
"Ambulans masih mengantarkan korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi-organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon," kata Nassereddine dikutip Al Jazeera.
Baca Juga: IRGC Tak Percaya AS Meski Gencatan Senjata Tercapai, Janjikan Pembalasan Lebih Kuat Jika Diserang
Pertahanan Sipil Lebanon mengungkapkan serangan besar-besaran Israel menewaskan setidaknya 254 orang dan menimbulkan 1.165 korban luka pada Rabu (8/4/2026).
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyatakan Israel menyerang daerah padat penduduk dan membunuh warga sipil tak bersenjata.
Salam menyebut militer Israel tidak memedulikan upaya mengakhiri perang Iran dengan menyerang Lebanon dan mengabaikan prinsip-prinsip hukum internasional.
"Semua sahabat Lebanon diminta untuk membantu kami mengakhiri agresi ini dengan segala cara tersedia," kata Salam.
Sebelumnya, Pakistan selaku mediator Iran dan AS menyatakan gencatan senjata yang disepakati pada Rabu (8/4) juga mencakup Lebanon. Iran pun mendesak agar gencatan senjata diberlakukan di semua front, termasuk Lebanon.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- serangan israel ke lebanon
- lebanon
- gencatan senjata iran
- israel
- israel langgar gencatan senjata





