TNI AU menggelar upacara peringatan HUT ke-80 pada Kamis (9/4) di lapangan Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur. Upacara ini juga berlangsung secara serentak di Lanud TNI AU di seluruh Indonesia.
Upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB, dipimpin Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono sebagai inspektur upacara.
Tidak ada atraksi seperti halnya fly pass pesawat tempur dalam upacara ini. Tonny menyebutkan upacara kali ini memang didesain secara sederhana di tengah situasi global yang sedang bergejolak.
"Kita sangat memahami situasi global, sehingga upacara peringatan ulang tahun Angkatan Udara kami laksanakan secara sederhana. Upacara dilaksanakan di seluruh satuan Lanud-Lanud yang berada di seluruh Indonesia secara serentak," kata Tonny.
"Ini adalah komitmen Angkatan Udara untuk mengikuti program pemerintah dalam hal efisiensi dan penghematan," sambungnya.
Sementara itu, dalam amanatnya, Tonny juga memaparkan capaian TNI AU. Salah satunya capaiannya adalah tidak ada kecelakaan di TNI AU selama dua tahun terakhir.
"Di situ internal TNI Angkatan Udara melalui capaian Zero Accident selama dua tahun berturut-turut," ujar Tonny.
Tonny juga menyebut misi kemanusiaan yang telah dilakukan oleh TNI AU. Baik itu misi kemanusiaan internasional terhadap Gaza maupun nasional terhadap bencana Sumatera lalu.
"Dalam misi kemanusiaan internasional, TNI Angkatan Udara berhasil melaksanakan air drop sejumlah 17 koli paket bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui kerja sama multinasional," tutur Tonny.
"Di dalam negeri, penanggulangan bencana di Sumatera dilaksanakan secara cepat dan terkoordinasi dengan pengerahan hingga 21 alutsista dan 2.500 personel TNI Angkatan Udara, serta distribusi lebih dari 40 ton bantuan yang menjangkau masyarakat yang terdampak," imbuhnya.
Tonny juga mengatakan bidang pembinaan personel TNI AU telah mencapai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, Tonny pun menyinggung peranan TNI AU terhadap sektor pangan nasional.
"Kontribusi terhadap program nasional juga terus diperkuat, antara lain melalui program ketahanan pangan dan pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi di berbagai wilayah Indonesia," ucap Tonny.
Terakhir, Tonny menyinggung tidak adanya korupsi di wilayah TNI AU. Hal itu membuat pengelolaan TNI AU, kata Tonny, berjalan dengan tertib.
"Penguatan tata kelola organisasi ditandai dengan perolehan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan penghargaan unit pelayanan prima untuk beberapa satker TNI Angkatan Udara. Hal ini melengkapi dengan keberhasilan penertiban dan penyelesaian aset," ujar Tonny.





