Valve akhirnya memberikan klarifikasi setelah gaduh masalah klasifikasi usia Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform steam.
Lewat situs web resmi, induk steam tersebut meminta maaf dan mengakui adanya bug yang membuat label batasan usia menjadi tidak akurat dan salah sasaran.
Menurut Valve, masalah yang terjadi pada 2 hingga 5 April lalu dipicu oleh kendala teknis dan miskomunikasi. Imbasnya, rating usia yang ditampilkan di halaman game di steam sempat tidak lengkap dan tidak akurat.
“Kami telah menghapusnya untuk meminimalkan potensi kebingungan. Masih ada sejumlah langkah yang perlu diselesaikan sebelum kami siap sepenuhnya menghasilkan dan menampilkan rating usia yang telah disetujui IGRS bagi pelanggan di Indonesia,” papar Valve.
Sebelumnya, kemunculan rating IGRS pada sejumlah game di platform Steam menuai banyak protes di kalangan gamer. Pasalnya, banyak game menerima klasifikasi usia yang sama sekali tidak cocok dengan konten yang dikandung di dalamnya.
Salah satu contohnya adalah Upin & Ipin Universe. Game yang diadaptasi dari serial animasi anak itu mendapat klasifikasi IGRS 18+ karena mengandung elemen horor, sementara di AS dan Eropa, Upin & Ipin Universe masuk kategori rating masing-masing ESRB E (semua umur) dan PEGI 7 (anak berusia 7 tahun ke atas).
Namun, menurut Komdigi, label rating IGRS yang muncul di sejumlah game di Steam bukan hasil klasifikasi resmi yang telah diverifikasi.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyampaikan rating tersebut masih berasal dari mekanisme internal berbasis self-declare. Proses ini belum melalui tahapan verifikasi sesuai regulasi di Indonesia.
"Rating yang beredar tersebut bukan merupakan hasil klasifikasi resmi IGRS. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu game," ujar Sonny, dalam pernyataan resmi yang diterima kumparan, Senin (6/4).
Pernyataan Valve kali ini mengonfirmasi adanya kesalahan internal dalam pelabelan IGRS pada sejumlah game di platform Steam.
Dalam keterangan yang sama, Valve mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) selama dua tahun terakhir sebagai upaya mereka dalam membangun sistem tampilan rating usia bagi pelanggan Steam di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memberi label usia pada setiap game yang ditampilkan di Steam.
“Sistem yang kami kembangkan bertujuan menggunakan informasi yang disediakan oleh pengembang tentang game mereka untuk menghasilkan rating usia berdasarkan regulasi IGRS. Rating ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada pelanggan mengenai konten serta kelompok usia minimum yang sesuai untuk setiap game.”





