BPBD Flores Timur distribusikan logistik untuk korban gempa di Adonara

antaranews.com
20 jam lalu
Cover Berita
Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur mendistribusikan sejumlah logistik untuk penanganan darurat dampak bencana gempa bumi dengan magnitudo 4,7 di pulau Adonara, Flores Timur.

“Kita saat ini sementara mendistribusikan logistik sementara untuk para korban, sambil menunggu penanganan lebih lanjut,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Flores Timur Aris Tokan saat dihubungi ANTARA dari Kupang, Kamis pagi.

Dia mengatakan hal ini berkaitan dengan upaya BPBD Flores Timur dalam menangani korban bencana alam gempa bumi yang terjadi pada 00.30 WITA waktu setempat.

Aris mengatakan sejumlah logistik yang disalurkan sementara yakni tenda serta terpal dan juga kasur mengingat saat ini para korban berada di luar rumah.

Baca juga: Pemkab Flotim catat 79 rumah rusak akibat gempa

Hal ini karena hingga saat ini gempa susulan masih terus terjadi di wilayah tersebut, sehingga warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi.

Terkait posko bencana ujar dia, saat ini BPBD dan pemerintah desasetempat masih berkoordinasi untuk mendirikan posko bencana dari tenda atau cukup memindahkan para korban bencana ke kantor desa setempat.

Namun, dia mengatakan jumlah jiwa yang terdampak masih belum pasti karena masih dilakukan pendataan lebih lanjut.

Terkait korban jiwa, dia mengatakan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa karena gempa bumi tersebut. Namun, berdasarkan laporan yang diterima dari Kepala Desa setempat , terdapat enam orang luka ringan dan dua orang mengalami dislokasi tulang.

“Ada dua orang yang dilaporkan ada gangguan pada tulangnya saat menyelamatkan diri, dan enam lagi dilaporkan luka-luka ringan,” tambah dia.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat hingga pukul 06.40 WITA, hasil monitoring menunjukkan adanya 48 aktifitas gempa bumi susulan ( aftershock ).

Sementara itu gempa susulan hingga saat ini masih terus dirasakan oleh warga di pesisir pulau Adonara.

“Masih terasa gempanya. Kami masih di luar rumah saat ini,” ujar Abdul warga Desa Terong.

Baca juga: BMKG: Gempa di Malut 1.378 kali dan baru akan meluruh 2-3 pekan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
12 Burung Jalak Bali Dilepasliarkan ke Habitat Alami
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Reaksi Warga Belanda Setelah Dengar Pemain Timnas Indonesia Dean James Diizinkan Main Lagi untuk Go Ahead Eagles
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Sinergi Penagihan Nasabah Bermasalah, BRI Makassar Raya Gendeng Kejaksaan Negeri
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Studi: Gelombang Panas Melebihi Kemampuan Manusia dan Berpotensi Memburuk
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
TP2DD Makassar 2026: Digitalisasi Jadi Strategi Utama Dongkrak PAD
• 16 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.