Akhir bulan lalu, publik dikejutkan dengan kabar hilangnya 12 ton cokelat KitKat. Dalam pengumuman resminya, manajemen menjelaskan bahwa cokelat-cokelat tersebut dicuri saat dalam perjalanan dari pabrik di Italia bagian tengah menuju Polandia dan produk itu rencananya akan didistribusikan ke berbagai negara di Eropa.
Kabar ini sempat dianggap sebagai lelucon, mengingat waktunya berdekatan dengan April Mop, momen ketika banyak orang membagikan candaan atau hoaks ringan. Namun, KitKat langsung menegaskan bahwa insiden tersebut benar-benar terjadi dan bukan sekadar gimmick.
“Terima kasih atas perhatian Anda terhadap kasus hilangnya KitKat. Namun sebagai klarifikasi, ini bukan aksi sensasi atau lelucon April Mop. Seseorang benar-benar telah mencuri 12 ton KitKat, dan kami benar-benar ingin mengetahui ke mana perginya produk tersebut,” tulis manajemen dalam unggahan di media sosialnya.
Tak hanya memberi klarifikasi, perusahaan juga mengajak publik untuk ikut membantu menemukan lebih dari 400 ribu batang cokelat yang hilang. Untuk itu, mereka meluncurkan fitur bernama Stolen KitKat Tracker.
“Karena itu, kami telah membuat fitur Stolen KitKat Tracker yang memungkinkan Anda untuk mengecek apakah KitKat yang Anda miliki berasal dari batch yang hilang. Bantu kami menemukannya,” lanjut mereka.
Dalam fitur tersebut, tertulis bahwa sebanyak 413.793 batang KitKat telah dicuri. Masyarakat diminta untuk memasukkan nomor batch delapan digit yang tertera di bagian belakang kemasan untuk mengetahui apakah produk yang mereka miliki termasuk dalam daftar tersebut.
Juru bicara KitKat pun sempat menyampaikan pernyataan terkait insiden ini. “Kami selalu mendorong orang untuk ‘have a break’ dengan KitKat, tetapi tampaknya para pencuri menafsirkan pesan itu terlalu harfiah dan ‘mengambil jeda’ dengan lebih dari 12 ton cokelat kami,” ujarnya seperti dikutip dari TIME, Kamis (9/4).
Lebih lanjut, pihak perusahaan menyebut bahwa publikasi kasus ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap maraknya pencurian kargo yang kini menjadi masalah serius di berbagai sektor bisnis. Meski begitu, mereka memastikan bahwa tidak ada risiko terhadap keselamatan konsumen dan pasokan produk tetap aman.
Perusahaan induk KitKat, Nestlé, menyampaikan bahwa hingga kini truk beserta seluruh muatannya masih belum ditemukan dan proses penyelidikan masih terus berlangsung. KitKat juga bekerja sama dengan otoritas setempat serta mitra rantai pasok untuk mengusut kasus ini.
Mereka menduga, cokelat yang dicuri kemungkinan akan masuk ke jalur penjualan tidak resmi di pasar Eropa. Karena itu, kehadiran Stolen KitKat Tracker diharapkan dapat membantu melacak peredaran produk tersebut di masyarakat.




