JAKARTA, DISWAY.ID - Proyek infrastruktur ambisius kembali ditorehkan oleh Tiongkok.
Sebuah terowongan kereta api bawah laut di Provinsi Guangdong mencetak rekor dunia setelah berhasil mencapai kedalaman lebih dari 113 meter di bawah permukaan laut.
Proyek ini merupakan bagian dari jalur kereta api berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan dua kota penting, yakni Shenzhen dan Jiangmen.
Menurut otoritas perkeretaapian setempat, kedalaman maksimum terowongan bahkan diperkirakan bisa mencapai 116 meter seiring berlanjutnya pembangunan.
BACA JUGA:Misteri Cahaya di Langit Lampung Terungkap! Bukan Meteor atau Rudal Iran, Sampah Roket China
Proyek Raksasa dengan Tantangan Geologis EkstremPembangunan terowongan bawah laut ini telah berlangsung selama kurang lebih empat tahun.
Hingga kini, sebagian jalur sepanjang empat kilometer telah berhasil diselesaikan dengan rata-rata progres pengerjaan sekitar dua meter per hari.
Lambatnya kecepatan pembangunan bukan tanpa alasan. Para insinyur harus menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari struktur batuan yang tidak stabil hingga tekanan air laut yang sangat tinggi di kedalaman ekstrem.
Kondisi tersebut membuat proses konstruksi harus dilakukan dengan presisi tinggi dan teknologi canggih guna memastikan keamanan serta ketahanan struktur terowongan.
BACA JUGA:Tiongkok Siap Bangun Pusat Data AI di Indonesia, Perkuat Ekosistem Digital Nasional
Spesifikasi Terowongan: Salah Satu yang Terbesar di DuniaBerdasarkan desain proyek, terowongan ini akan memiliki diameter sekitar 13 meter dengan panjang total mencapai 13,69 kilometer.
Skala ini menjadikannya salah satu proyek terowongan kereta api bawah laut terbesar dan paling kompleks di dunia saat ini.
Selain menjadi pencapaian teknis, proyek ini juga mencerminkan kemajuan pesat dalam bidang rekayasa infrastruktur modern, khususnya dalam pembangunan terowongan bawah laut.
Setelah rampung, jalur kereta cepat ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan antara kota-kota utama di kawasan tersebut.
Proyek ini juga diharapkan memperkuat konektivitas dan integrasi ekonomi di wilayah Greater Bay Area, salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia.
- 1
- 2
- »





