JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah lewat resmi tidak menaikkan biaya haji 2026, di tengah melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah.
Kepastian tidak naiknya biaya haji 2026 disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pemerintah, kata Airlangga, mengalokasikan Rp 1,77 triliun dari APBN untuk menambal biaya haji 2026 akibat kenaikan harga avtur yang turut berdampak pada biaya haji.
Baca juga: Anggota DPR Minta Dana Cadangan Haji Dioptimalkan, Antisipasi Lonjakan Avtur Berlanjut
"Nah, ongkos haji seperti kita ketahui telah diturunkan Rp 2 juta. Kemudian dampak terhadap kenaikan avtur ini di-absorb oleh pemerintah. Jadi tidak ada kenaikan biaya haji," jelas Airlangga dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Rincian Biaya Haji 2026Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Komisi VIII DPR sendiri telah menetapkan biaya haji 2026 sejak akhir Oktober 2025.
Dalam rapat panitia kerja (Panja) pada Rabu (29/10/2025), Komisi VIII bersama pemerintah telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 sebesar Rp 87.409.365,45.
Sedangkan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang ditanggung oleh calon jemaah sebesar Rp 54.193.806,58.
"(BPIH) Rp 87.409.366. Jadi ini turun dari Rp 1 juta dari pengajuan kementerian, turun sebesar Rp 2.893.000 dibandingkan dengan BPIH 1446 atau 2025 Masehi yaitu sebesar Rp 89.410.268,79, ujar Ketua Panja Haji Abdul Wachid dalam rapat bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Baca juga: Menhaj Pastikan Jemaah Tak Akan Dibebani Penambahan Biaya Haji 2026
Adapun rincian penggunaan Bipih 2026 adalah sebagai berikut:
- Penerbangan (pergi-pulang): Rp 32.912.885
- Akomodasi Makkah: Rp 14.108.921
- Akomodasi Madinah: Rp 3.872.000
- Living Cost: Rp 3.300.000.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyampaikan bahwa biaya haji 2026 turun Rp 2 juta dibandingkan dengan tahun 2025.
Adapun BPIH pada 2025 sebesar Rp 89.410.268,79. Sedangkan pada 2026 turun menjadi Rp 87.409.366.
"Tahun ini bekerja sama, berkoordinasi dengan teman-teman DPR Komisi VIll, kita bisa menurunkan lagi Rp 2 juta," kata Irfan dalam agenda pembukaan Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di Asrama Haji Tangerang, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Prabowo Putuskan Biaya Haji 2026 Turun, Ini Bipih dalam 10 Tahun Terakhir
Presiden Prabowo Subianto, kata Gus Irfan, berkomitmen menurunkan biaya perjalanan ibadah haji untuk jemaah Indonesia setiap tahunnya.
"Presiden Prabowo mengatakan kita (Pemerintah) akan upayakan tiap tahun turun terus biayanya. Ini akan membuat kita semakin pusing memikirkannya," tutur Irfan.
Gus Irfan pun tidak ingin jika menurunkan harga secara terus-menerus karena akan memengaruhi kualitas pelayanan.
Ia mengingatkan setiap tim petugas haji yang bertugas di Tanah Suci agar bekerja dengan standar terbaik dan penuh tanggung jawab.
Baca juga: Menhaj Tak Ingin Catatan Negatif Haji Tahun Lalu Terulang
Sebab, kelalaian petugas haji memiliki dampak yang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi secara langsung mengancam keselamatan jemaah.
"Penekanan bahwa pelayanan kepada jemaah adalah amanah, bukan sekadar tugas administratif. Kesalahan kecil pun akan berdampak sangat besar bagi kenyamanan dan keselamatan jemaah," tutur Gus Irfan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



