PBB Kecam Serangan Israel di Lebanon: Mengerikan dan Ancam Perdamaian Timur Tengah

wartaekonomi.co.id
21 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras gelombang serangan besar Israel ke Lebanon. Serngan itu tak hanya menewaskan ratusan orang, termasuk warga sipil, namun juga mengancam keberlangsungan gencatan dari Iran dan Amerika Serikat.

Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Volker Turk menyebut tingkat kekerasan dan kehancuran akibat serangan tersebut mengerikan. 

Baca Juga: Respons Serangan Israel, Iran Enggan Lanjutkan Gencatan Senjata dengan Amerika Serikat

Menurutnya, serangan tersebut terjadi di saat dunia justru membutuhkan stabilitas dan perlindungan bagi warga sipil karena terjadi beberapa jam setelah diumumkannya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

"Pembantaian seperti itu, hanya beberapa jam setelah menyetujui gencatan senjata, sungguh sulit dipercaya. Hal ini memberikan tekanan besar pada perdamaian yang rapuh, yang sangat dibutuhkan oleh warga sipil," katanya.

Otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya 254 orang tewas akibat serangan tersebut. Tim lembaga dunia yang berada di lokasi menggambarkan situasi penuh kehancuran, dengan korban jiwa ditemukan di antara puing-puing bangunan.

Beberapa serangan dilaporkan menghantam fasilitas sipil, termasuk bangunan di dekat rumah sakit serta ambulans. Insiden ini meningkatkan kekhawatiran terhadap pelanggaran hukum humaniter internasional.

PBB menegaskan bahwa hukum humaniter internasional mewajibkan perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil. Lembaga tersebut menyerukan investigasi independen atas dugaan pelanggaran serta penegakan akuntabilitas bagi pihak yang bertanggung jawab.

"Hukum humaniter internasional dengan jelas menyatakan bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi. Harus ada penyelidikan yang cepat dan independen terhadap semua dugaan pelanggaran, dan mereka yang bertanggung jawab harus dibawa ke pengadilan," katanya.

PBB menilai eskalasi ini memberi tekanan besar terhadap gencatan senjata yang masih rapuh dalam kawasan. Serangan yang terjadi tak lama setelah kesepakatan gencatan senjata dinilai dapat menghambat upaya perdamaian di Timur Tengah.

Diketahui, Pihak Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan lebih dari 100 pusat komando dan fasilitas militer milik Hezbollah di Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon Selatan.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup konflik di Lebanon. Ia menyebut bahwa hal tersebut telah diinformasikan oleh Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Ia menyebut kesepakatan gencatan senjata juga mencakup penghentian konflik di Lebanon.

“Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa kedua negara, bersama sekutu-sekutunya, telah sepakat untuk gencatan senjata segera di mana pun dalam kawasan, termasuk di Lebanon,” katanya.

Baca Juga: Sebut Iran Salah Paham, Amerika Serikat Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Mencakup Lebanon

PBB menegaskan bahwa perlindungan sipil dan penghentian kekerasan harus menjadi prioritas utama dalam setiap upaya penyelesaian konflik. Dengan meningkatnya korban dan eskalasi militer, konflik berpotensi memperluas krisis regional di Timur Tengah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harta 500 0rang Terkaya Bertambah Rp4.500 Triliun Berkat Gencatan Senjata AS-Iran
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Megawati dan Dubes Arab Saudi Saling Bersua, Bahas Anggrek Putih hingga Isu Timur Tengah
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Lagi Gencar Makan Protein? Hati-hati, Kebanyakan Juga Bisa Jadi Masalah
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Ledakan Lapangan Padel di Bogor: SD Ikut Luluh Lantak, Diduga Tabung Gas
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Sejak 2025, Sebanyak 33.626 Pelajar Jadi Korban Keracunan MBG
• 20 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.