Terkini, Makassar — Sebanyak 107 mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Teknik Sipil Bangunan Gedung, Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan studi lapangan selama tujuh hari di Pulau Jawa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat kompetensi akademik sekaligus meningkatkan pengalaman praktis mahasiswa di bidang konstruksi bangunan gedung.
Rangkaian kegiatan studi lapangan tersebut meliputi kunjungan ke tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya.
Kunjungan ini tidak hanya difokuskan pada studi banding kurikulum dan fasilitas pendidikan, tetapi juga pada penguatan pemahaman mahasiswa terhadap implementasi teknologi konstruksi di lapangan.
Kegiatan ini didukung oleh Dekan Fakultas Teknik UNM, Prof. Dr. Drs. Ir. Jamaluddin, M.P., IPM., serta didampingi oleh tiga dosen pembimbing, yakni Muh. Idhil Maming, Moh. Junaedy Rahman, dan Furqan Ali Yusuf. Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pengujian struktur bangunan bertingkat menggunakan metode non-destructive test (NDT).
Jawa, Perkuat Kolaborasi Kampus Description: Mahasiswa Teknik Sipil UNM melaksanakan studi lapangan ke UNY, UM, dan UB, termasuk uji struktur bangunan dan seminar nasional konstruksiMetode tersebut memungkinkan evaluasi kondisi struktur tanpa merusak elemen bangunan, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengidentifikasi kualitas dan keamanan konstruksi secara profesional.
Selain kegiatan teknis, studi lapangan ini juga mengintegrasikan konversi tiga mata kuliah sebagai bagian dari kurikulum akademik.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan hasil studi lapangan yang mencerminkan pemahaman serta analisis terhadap kegiatan yang telah diikuti.
Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan Mini Seminar Nasional Series 1 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Malang pada Rabu, 8 April 2026.
Seminar tersebut mengusung tema “Bangunan Sehat Indonesia Kuat” dan menghadirkan narasumber dari kedua institusi, di antaranya Muh. Idhil Maming dan Furqan Ali Yusuf dari UNM, serta Muh. Aris Ichwanto dan Agil Fitri Handayani dari UM.
Salah satu dosen pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring akademik antar perguruan tinggi.
“Melalui seminar ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga didorong untuk melahirkan gagasan inovatif dalam pembangunan konstruksi yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesehatan bangunan,” ujarnya.
Diskusi yang berlangsung selama seminar menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam merespons tantangan dunia konstruksi di masa depan, khususnya terkait pembangunan infrastruktur yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi berkelanjutan antara Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Secara keseluruhan, kegiatan studi lapangan ini menjadi langkah konkret dalam membentuk generasi insinyur muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi serta memiliki semangat kolaborasi lintas institusi.




