TEHERAN, KOMPAS.TV - Presiden Iran Massoud Pezeshkian menegaskan penghentian serangan ke Lebanon jadi salah satu kunci gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS).
Pezeshkian mengatakan dihentikannya serangan ke Lebanon menjadi salah satu syarat kunci dari 10 poin proposal Iran untuk gencatan senjata dengan AS.
Hal itu diungkapkan Pezeshkian kala berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sambungan telepon.
Baca Juga: AS Serukan Iran Kembali Buka Selat Hormuz, Gedung Putih: Penutupan Tak Akan Sepenuhnya Diterima
“Menerima gencatan senjata merupakan tanda yang jelas dari tanggung jawab Iran dan keseriusan untuk menyelesaikan konflik melalui diplomasi,” ujar Pezeshkian seperti dilaporkan Kantor Berita Iran ISNA, dikutip dari The Times of Israel, Rabu (8/4/2026).
“Menetapkan gencatan senjata di Lebanon telah menjadi syarat utama dari rencana 10 poin Iran."
Sementara itu, Wapres AS JD Vance mengatakan Iran salah paham terkait gencatan senjata di Lebanon. Menurutnya, Washington tak pernah menyetujui syarat Lebanon termasuk dalam gencatan senjata.
“Ini berasal dari kesalahpahaman yang sah. Saya pikir Iran mengira gencatan senjata itu termasuk Lebanon, (tetapi) kami tidak pernah membuat janji itu,” kata Vance.
“Kami tidak pernah mengindikasikan bahwa itu akan terjadi."
Vance menegaskan gencatan senjata akan difokuskan pada Iran, dan sekutu AS, baik Israel dan juga negara-negara Teluk.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Times of Israel
- masoud pezeshkian
- jd vance
- iran
- amerika serikat
- gencetan senjata
- lebanon





