REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rasulullah SAW mengungkap rahasia di balik ucapan terputus-putus seorang sahabat menjelang ajalnya yang sempat membuat sang istri kebingungan.
Dalam kisah yang dikutip dari buku 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW, terungkap bahwa setiap kalimat yang diucapkan saat sakaratul maut tersebut merupakan bentuk penyesalan sang sahabat karena tidak memberikan amal terbaiknya saat melihat besarnya balasan pahala di akhirat.
Baca Juga
Masjid Al Aqsa dan Gereja Makam Suci Dibuka Kembali Setelah Ditutup Israel
Israel Klaim Menang Perang Atas Iran, Benarkah Demikian? Ini Bantahan Para Analis
Di Tengah Sensor Ketat, Beredar Rekaman CCTV Rudal Iran Hantam Israel Secara Presisi
Dikisahkan suatua ketika seorang sahabat Nabi Muhammad SAW meninggal. Kemudian Rasulullah SAW mengantarkan jenazahnya hingga pemakaman.
Pulang dari pemakaman, Rasulullah SAW melayat keluarga almarhum. Beliau menghibur mereka dan berpesan agar tetap bersabar dan tawakal menghadapi musibah tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Apakah sebelum meninggal, almarhum mewasiatkan sesuatu?” tanya Rasulullah SAW.
“Aku mendengar ia mengatakan sesuatu di antara napasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal,” jawab istri dari sahabat Rasul yang meninggal.
Rasulullah SAW bertanya lagi, “Apa yang dikatakannya?”
Istri dari sahabat Rasul yang meninggal menjawab, "Aku tidak tahu, wahai Rasulullah. Apakah ucapannya itu sekadar rintihan sebelum meninggal, ataukah ia kesakitan karena dahsyatnya sakaratul maut. Aku tidak bisa menangkap ucapannya karena terputus-putus.”
Rasulullah SAW bertanya lagi, “Apa yang ia ucapkan?”