Mahfud MD Pasang Badan untuk Saiful Mujani! Sebut Seruan Jatuhkan Prabowo Bukan Makar, Melainkan Kritik

harianfajar
18 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD secara terbuka membela pengamat politik senior Saiful Mujani terkait pernyataannya yang viral mengenai upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Mahfud, seruan tersebut bukanlah bentuk makar atau tindakan kriminal politik, melainkan sebuah ekspresi kritik yang wajar dalam sebuah negara demokrasi yang sedang bergejolak.

Mahfud menegaskan bahwa pernyataan yang sekadar bersifat wacana atau seruan tidak bisa serta-merta dikategorikan sebagai upaya penggulingan kekuasaan secara ilegal.

“Tidak (makar), bicara kalau menggerakkan bisa, lalu menimbulkan. Ini kan tidak ada, cuma menyatakan itu diturunkan saja Pak Prabowo itu di luar soal impeachment,” tegas Mahfud melalui kanal YouTube pribadinya, Kamis (9/4/2026).

Sejarah “Operasi Caesar” dalam Politik Indonesia

Meski membela hak berpendapat, Mahfud memberikan catatan sejarah mengenai proses pemakzulan di Indonesia. Ia menyebut bahwa dalam perjalanan sejarah Tanah Air, pergantian kepemimpinan seringkali terjadi melalui mekanisme yang inkonstitusional terlebih dahulu sebelum akhirnya dilegalkan secara hukum, seperti yang dialami Presiden Soekarno dan Soeharto.

“Selalu operasi caesar, tetapi kemudian proses konstitusionalnya dibangun belakangan,” beber Mahfud.

Bagi Mahfud, keresahan yang disampaikan Saiful Mujani dan para aktivis lainnya adalah refleksi dari situasi pemerintahan saat ini. Ia menilai kritik adalah siklus abadi dalam politik Indonesia.

“Memang di dalam faktanya dalam perjalanan sejarah, yang memerintah itu selalu dikritik. Ketika yang ngeritik ini memerintah, lalu dia sendiri banyak juga menghadapi kritik karena terkadang tidak sesuai dengan apa yang dulu dikritiknya,” pungkasnya.

Pidato Tajam di Utan Kayu

Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan oleh video pidato Saiful Mujani dalam forum halalbihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” di Utan Kayu, Jakarta Timur, pada 31 Maret 2026. Di hadapan tokoh seperti Feri Amsari dan Ray Rangkuti, Saiful menyerukan langkah ekstrem untuk “menyelamatkan bangsa”.

Saiful menilai, setelah setahun menjabat, Presiden Prabowo sudah tidak lagi menunjukkan sikap “presidential” dan dianggap tertutup terhadap masukan publik.

“Yang jalan hanya ini. Bisa nggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Hanya itu, kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” ujar Saiful Mujani dalam kutipan video yang viral.

Opsi Aksi Massa

Saiful berargumen bahwa jalur formal melalui DPR atau MPR untuk melakukan impeachment sudah tertutup rapat karena dominasi koalisi pendukung pemerintah di parlemen. Hal inilah yang mendorongnya menyuarakan konsolidasi masyarakat sipil melalui aksi massa dan demonstrasi besar-besaran sebagai instrumen tekanan politik.

Metode ini sebenarnya bukan hal baru bagi Saiful. Sebelumnya, ia juga kerap melontarkan usulan serupa saat mengkritik kebijakan di era pemerintahan Joko Widodo. Kini, seruannya terhadap pemerintahan Prabowo kembali memantik debat panas antara batas kebebasan berpendapat dan stabilitas keamanan negara. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengiriman Elpiji 3 Kg di Jombang Mulai Berangsur Normal, Ini Penyebabnya | KOMPAS.TV -
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Program Super Intensive Persiapan UTBK 2026
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Wapres Gibran Ajak Eksekutif hingga Legislatif Kompak Berkantor di IKN, Singgung Nama Dedy Sitorus
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Fenomena Fake Rich Middle Class: Gaya Hidup Mewah tapi Finansial Rapuh
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Setelah Kematian Barbie Hsu Sang Adik Sempat Terpuruk Hingga Menutup Diri
• 16 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.