Setelah Kematian Barbie Hsu Sang Adik Sempat Terpuruk Hingga Menutup Diri

tabloidbintang.com
16 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Presenter Taiwan Dee Hsu mengungkap bahwa olahraga pickleball menjadi salah satu faktor penting dalam proses bangkit dari kesedihan akibat kematian sang kakak, Barbie Hsu.

Barbie Hsu diketahui meninggal dunia akibat pneumonia saat melakukan perjalanan keluarga ke Jepang pada Februari 2025. Kepergian mendadak tersebut membuat Dee, yang kini berusia 47 tahun, memilih menarik diri dari sorotan publik dan menghadapi masa duka yang ia sebut sebagai titik terendah dalam hidupnya.

Dalam episode terbaru, Dee menceritakan bagaimana sahabat dekatnya, Janet Chia, berperan besar dalam membantunya bangkit. Saat kabar duka datang, Janet yang tengah berada di Osaka langsung bergegas menuju Tokyo untuk mendampingi Dee.

Namun, kondisi Dee sempat memburuk ketika ia mengurung diri di rumah dan terjebak dalam kesedihan mendalam. Dalam situasi tersebut, Janet bersama suaminya berinisiatif “menarik” Dee keluar rumah untuk mencoba bermain pickleball.

“Saat itu aku benar-benar tidak bisa keluar rumah. Aku merasa butuh lebih banyak waktu dan ingin tenggelam dalam kesedihan,” ujar Dee dengan suara bergetar.

Berbagai upaya seperti makan bersama dan berbincang tak cukup mengangkat suasana hatinya, terlebih sang ibu juga turut larut dalam duka. Hingga akhirnya Janet memperkenalkan pickleball sebagai pendekatan berbeda.

“Dia bilang, ‘Kamu tahu tidak ada olahraga bernama pickleball?’ Aku bahkan tidak tahu apa itu. Dia bilang lebih seru dari bulu tangkis dan lebih mudah dari tenis, lalu mengajakku turun untuk bermain,” kenang Dee.

Meski sempat menolak, Janet tidak menyerah. Ia bahkan datang langsung ke rumah Dee bersama suaminya, membawa perlengkapan lengkap dan membuat lapangan darurat.

“Kami sampai menandai garis lapangan sendiri. Kami hanya ingin menemukan cara agar dia mau keluar,” ujar Janet.

Dee pun akhirnya “dipaksa” turun dan mencoba. Setelah beberapa sesi, bahkan dengan bantuan pelatih, ia mulai merasakan perubahan.

“Aku menyadari olahraga bisa mengubah suasana hati seseorang. Perlahan aku jadi lebih ceria,” kata Dee.

Ia juga menekankan bahwa kegigihan Janet menjadi kunci utama. “Dia tipe orang yang tidak mudah menyerah. Awalnya aku terus menolak, tapi dia terus menarikku keluar,” tambahnya.

Dampak positif tersebut tidak hanya dirasakan Dee. Ia kemudian memperkenalkan pickleball kepada keluarganya, termasuk sang ibu, sebagai bagian dari proses penyembuhan bersama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Hobi Seru untuk Isi Waktu Luang
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Sekjen PDIP Hasto Temui Walkot Yogya, Bahas Rekonsolidasi Fiskal
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Tiga WNA Australia Pelaku Masuk Ilegal ke Indonesia Segera Disidangkan di Merauke
• 12 jam lalupantau.com
thumb
KPK Ulik Kasus Restitusi Pajak di Kalsel lewat 2 Saksi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Populer: Proyeksi Ekonomi RI Dipangkas; Prabowo Dorong Produksi Avtur dari Sawit
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.