Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi menyepakati kerja sama strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi perdesaan. Kolaborasi ini dilakukan melalui integrasi program pengelolaan zakat yang menyasar ribuan desa di seluruh Indonesia.
Kesepakatan tersebut tercapai dalam agenda audiensi antara pimpinan BAZNAS RI dan Kemendes PDT di Jakarta. Fokus utama kerja sama ini adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid menjelaskan bahwa pembentukan UPZ Desa sangat krusial untuk mengoptimalkan potensi zakat langsung dari lingkungan terkecil.
Selain UPZ, kata Yandri, kolaborasi ini juga mencakup sektor produktif seperti Program Balai Ternak BAZNAS dan penguatan koperasi desa.
"Salah satu yang paling strategis dari BAZNAS adalah pembentukan UPZ Desa. Nah, itu yang jadi concern atau strateginya BAZNAS bersama Menteri Desa hari ini untuk mengolaborasikan program-program seperti balai ternak dan koperasi desa agar bisa diberdayakan di desa-desa," ujar Sodik dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, 9 April 2026.
Ciamis Jadi Percontohan
Sodik mengungkapkan, "Desa Zakat" di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, akan menjadi role model atau percontohan pertama dalam kolaborasi ini. Keberhasilan di Ciamis rencananya akan segera diadaptasi di wilayah lain.
"Masyarakat di Ciamis memiliki kesadaran zakat yang tinggi, sehingga menjadi referensi utama. Dalam waktu dekat, kami memproyeksikan Kabupaten Serang sebagai area pengembangan berikutnya," tambahnya.
BAZNAS nantinya akan menyinergikan program pemberdayaan tersebut dengan basis data serta jaringan luas yang dimiliki Kemendes PDT hingga ke tingkat desa terkecil.
Dukungan Penuh Kementerian Desa
Menteri Desa PDT, H. Yandri Susanto menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, integrasi program pemberdayaan melalui dana filantropi zakat sangat sejalan dengan visi kementerian dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
"Ternyata saat dibahas, banyak sekali potensi kerja sama yang bisa kita lakukan, dan salah satu yang paling strategis adalah pembentukan UPZ Desa yang menjadi fokus utama kami bersama Ketua BAZNAS," tutur Yandri.
Sebagai bentuk dukungan, Kemendes PDT berkomitmen untuk membantu sosialisasi program agar menjangkau masyarakat luas. Strategi komunikasi juga akan ditingkatkan melalui platform digital.
"Nantinya, kolaborasi BAZNAS dan Kemendes juga akan dimasifkan melalui media sosial dengan melibatkan influencer agar dampaknya terasa nyata bagi masyarakat luas," pungkas Yandri.
Editor: Redaktur TVRINews





