Kementan Waspadai Lonjakan Harga Daging Sapi Imbas Perang Timur Tengah

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) mewaspadai risiko kenaikan harga daging sapi di dalam negeri di tengah gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.

Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementan mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak dunia berpotensi menekan harga daging sapi domestik melalui peningkatan biaya produksi dan distribusi.

“Saat ini, sumber utama daging sapi, baik daging segar maupun sapi hidup, berasal dari Australia. Meskipun demikian, perlu diwaspadai adanya lonjakan harga daging akibat naiknya harga minyak dunia yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap harga daging sapi secara umum,” kata instansi tersebut dalam keterangan yang diterima Bisnis, Kamis (9/4/2026).

Meski demikian, Kementan memastikan konflik di Timur Tengah tidak berdampak langsung terhadap importasi daging sapi Indonesia. Hal ini karena pasokan utama daging sapi Indonesia berasal dari Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Brasil, yang jalur logistiknya tidak melewati kawasan Timur Tengah.

Tekanan harga daging sapi juga tecermin di pasar global. Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menunjukkan indeks harga daging dunia naik 1,0% secara bulanan pada Maret 2026. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya harga daging sapi global, terutama dari Brasil yang menghadapi keterbatasan pasokan ekspor.

Sementara itu, Ketua Jaringan Pemotong dan Pengusaha Daging Indonesia (Jappdi) Asnawi memproyeksikan harga daging sapi di pasar domestik berpotensi mencapai Rp160.000–Rp180.000 per kilogram. Menurutnya, kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Baca Juga

  • Permintaan Global Naik, RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk
  • Harga Kedelai Naik, Tekanan Global dan Rupiah Jadi Pemicu Utama
  • Amran Soroti Warisan IMF: Impor Pangan RI Melonjak, Kementan Dorong Lartas

Namun, Asnawi menilai tren kenaikan harga daging sapi sebenarnya telah berlangsung sebelum eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

“Sebenarnya, kenaikan jauh sebelumnya sudah terjadi ya. Kenaikan sudah terjadi sebelum terjadinya perang antara Amerika Israel versus Iran,” kata Asnawi, Rabu (8/4/2026).

Dia menilai struktur pasokan nasional yang masih bergantung pada impor membuat harga daging sapi domestik sangat rentan terhadap dinamika global.

Dengan konsumsi sekitar 2,7 kilogram per kapita dan jumlah penduduk sekitar 284 juta jiwa, kebutuhan daging sapi nasional diperkirakan mencapai 766.800 ton per tahun. Di sisi lain, pasokan domestik baru mampu memenuhi sekitar 40%–45% kebutuhan, sehingga sisanya masih dipenuhi melalui impor sapi hidup dan daging beku.

Selain itu, Asnawi menyebut persaingan pasokan di pasar global juga semakin ketat. Permintaan dari negara besar seperti China dan Amerika Serikat turut mempersempit ketersediaan pasokan.

Menurutnya, China meningkatkan impor daging kerbau dari India sebagai substitusi akibat gangguan pasokan daging babi, sementara Amerika Serikat juga aktif membeli di pasar global karena tekanan terhadap produksi domestiknya.

Kondisi tersebut mendorong harga sapi hidup asal Australia naik dari kisaran US$2,9–US$3,5 per kilogram pada Agustus–September 2025 menjadi sekitar US$3,8 per kilogram pada akhir tahun lalu, dan kini mendekati US$4 per kilogram.

Dengan asumsi kurs sekitar Rp17.125 per dolar AS, harga sapi hidup tersebut setara sekitar Rp68.500 per kilogram.

Setelah dikonversi menjadi karkas, Jappdi memperkirakan harga daging berada di kisaran Rp137.000 per kilogram, yang kemudian berpotensi mendorong harga eceran di pasar domestik ke level Rp160.000–Rp180.000 per kilogram.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: Persija Larang Bonek Awaydays SUGBK untuk Dukung Persebaya pada Akhir Pekan Ini
• 20 jam lalubola.com
thumb
Program MBG Prioritaskan Kelompok Rentan B3
• 32 menit lalumediaindonesia.com
thumb
BNN Minta Vape Dilarang Total, DPR Respons Begini
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Wakil Gubernur DKI Jakarta akan Berkantor di Kota Tua, Dukung Percepatan Revitalisasi
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Bocah 3 Tahun yang Hanyut saat Bermain Selokan di Kembangan Ditemukan Meninggal
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.