Pertamina Menargetkan Sumur Minyak Non Konvensional Mulai Produksi pada 2028

katadata.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Pertamina Hulu Rokan menargetkan sumur minyak non konvensional (MNK) mulai berproduksi awal pada 2028. Hal ini tercantum dalam peta jalan pengembangan secara bertahap.

MNK merupakan sumber migas yang terbentuk pada batuan reservoir berbutir halus dan berpermeabilitas rendah. Letaknya berada di dalam zona kematangan yang akan ekonomis apabila diproduksi melalui pengeboran horizontal, menggunakan teknik stimulasi hydraulic fracturing, antara lain shale oil, shale gas, tight sand oil, tight sand gas, gas metana batu bara dan methane-hydrate.

Dalam rencana tersebut, pengembangan MNK dimulai dengan target pemberian kontrak bagi hasil pada kuartal II 2026, dilanjutkan dengan pengeboran sumur appraisal pada kuartal IV 2026. Setelah nantinya MNK berproduksi, maka pengembangan skala besar pada 2030 ke atas dan proyeksi puncak produksi pada 2037.

“Kami optimis Indonesia beralih dari tahap pilot menuju pengembangan MNK yang terukur dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin dalam siaran pers, Kamis (9/4).

Arifin mengatakan MNK bisa menjadi pengubah keadaan di tengah tantangan penurunan produksi lapangan migas konvensional yang semakin menua (mature fields). 

PHR mengidentifikasi potensi besar pada sub-cekungan North Aman yang diperkirakan memiliki sumber daya mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat (BBO). Potensi ini menjadi peluang signifikan yang selama ini belum pernah tergarap  di Indonesia. Struktur tersebut mencakup sumur Gulamo dan Kelok, yang memiliki keberadaan hidrokarbon.  

Meski sudah memiliki peta jalan, namun Arifin menyebut pengembangan MNK memiliki tantangan yang  tidak hanya terletak pada aspek bawah permukaan (subsurface), tetapi juga faktor di atas permukaan ( above ground).

“Tantangan terbesar MNK justru berada pada aspek above ground, mulai dari biaya investasi yang masih tinggi, dukungan regulasi dan fiskal yang kompetitif, hingga kesiapan infrastruktur dan penguatan kemampuan dan pengalaman. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujarnya.

Temuan Hidrokarbon

Pertamina Hulu Rokan menyatakan sumur migas nonkonvensional atau MNK Gulamo Det-1 sebagai temuan atau discovery. Hal ini ditandai dengan adanya sampel hidrokarbon dari hasil awal uji alir setelah proses perekahan pada lapisan formasi brown shale. Sumur Gulamo DET-1 di Blok Rokan, Riau, menjadi  sumur MNK pertama di Indonesia. 

"Kami semakin yakin akan potensi besar pengembangan migas nonkonvensional di Blok Rokan," kata Executive Vice President Upstream Business PHR Andre Wijanarko dalam siaran pers, Selasa (19/11/24).

Kepala Divisi Eksplorasi SKK Migas, Sunjaya Eka Saputra mengatakan penemuan sumber daya migas baru di Sumur Gulamo DET-1 merupakan kabar baik bagi industri migas Indonesia.  “Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan-lapangan MNK lainnya di Indonesia,” ujar Sunjaya.

Sebelumnya, PHR pertama kali menajak sumur Gulamo DET-1, yang berlokasi di Rokan Hilir pada Juli 2023. Pengeboran sumur ini menggunakan rig 1.500 HP mencapai kedalaman pengeboran hingga 8.559 kaki dengan tipe sumur eksplorasi vertikal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nasabah BNI Wilayah 07 Makassar Raih Hadiah Mobil hingga Smartphone dalam Program Rejeki wondr Tahap II
• 20 jam laluterkini.id
thumb
Kadin Tolak Wacana Penahanan Restitusi Pajak: Harusnya Pengusaha Diberi Ketenangan
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Foto: Kehidupan Santai Si Kucing Gembul di Kawasan Stasiun MRT Dukuh Atas
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Dewi Perssik Laporkan Akun Facebook Palsu ke Polisi
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Nikita Mirzani Dikabarkan Sakit di Tahanan, Kuasa Hukum Beri Klarifikasi
• 11 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.