Kasus Penyiraman Air Keras, Andrie Yunus Resmi Lapor Polisi Percobaan Pembunuhan dan Terorisme

okezone.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) resmi melakukan pelaporan terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus ke Bareskrim Polri.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya mengatakan, langkah pelaporan itu sebagai tindak lanjut lantaran kasus yang sempat diusut oleh Polda Metro Jaya telah dilimpahkan ke Puspom TNI.

"Jadi kami kemudian menindaklanjutinya dengan membuat laporan tipe B atau laporan langsung dari korban yang diwakilkan oleh TAUD memberikan laporan ini kepada Mabes Polri terutama ke bagian Pidana Umum," kata Dimas kepada wartawan dikutip Kamis (9/4/2026).

Baca Juga :
TAUD Laporkan Kasus Andrie Yunus ke Bareskrim dengan Pasal Percobaan Pembunuhan dan Terorisme

Dalam laporannya, TAUD menilai aksi penyiraman air keras kepada Andrie merupakan upaya tindak pidana percobaan pembunuhan berencana hingga dugaan aksi terorisme.

"Menanggapi apa yang kemarin disampaikan oleh Pak Prabowo juga bahwa tindakan yang menimpa Andrie itu adalah bagian dari tindakan terorisme maka kami juga menggunakan konstruksi pasal pidana terorisme," jelasnya.

Pihaknya juga turut melampirkan sejumlah hasil investigasi sipil sebagai bukti pelaporan ke penyidik Bareskrim Polri.

Baca Juga :
Novel Baswedan Khawatir Kasus Andrie Yunus Diadili Sekadarnya

Adapun terlapor dalam kasus diduga melanggar Pasal 459 jo Pasal 17 dan atau Pasal 469 ayat (1) jo Pasal 470 tentang percobaan pembunuhan berencana atau penganiayaan berat. Serta Pasal 601 dan Pasal 602 jo Pasal 612 KUHP tentang tindak pidana terorisme.

Dimas juga menyoroti minimnya transparansi dalam penanganan kasus oleh aparat militer. Ia menyinggung empat terduga pelaku dari unsur TNI yang disebut telah diproses, namun hingga kini identitas dan wajahnya belum pernah dipublikasikan.

 

Baca Juga :
Berkas Kasus Andrie Yunus Dilimpahkan, TAUD: Terkesan Terburu-buru


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kendaraan Pasukan UNIFIL Asal Italia Ditembak di Lebanon, Roma Langsung Panggil Dubes Israel
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Amri/Nita akui ketangguhan unggulan pertama BAC 2026
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Ini Kronologi Imigrasi Amankan 3 WNA Australia Masuk Merauke Papua Tanpa Dokumen Resmi
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Wamensos Koordinasi dengan Kepala Daerah, Bahas Sekolah Rakyat 2026 hingga DTSEN
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Saham Induk Google hingga Meta Melonjak Usai Gencatan AS-Iran
• 19 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.