Eddy Soeparno Puji Strategi Diplomasi Prabowo: Stabilitas Nasional Terjaga!

jpnn.com
17 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengapresiasi atas keberhasilan strategi diplomasi Presiden Prabowo dalam mendorong terciptanya stabilitas ekonomi di Indonesia setelah terwujudnya gencatan senjata Iran dan Amerika Serikat.

Hal ini disampaikan Eddy sebagai respons taklimat Pidato Presiden Prabowo yang menyampaikan keberhasilan menjaga stabilitas ekonomi nasional. 

BACA JUGA: Waka MPR Eddy Soeparno Ajak Kampus Dukung Program Prabowo Mempercepat Transisi Energi

Menurut Eddy, stabilitas harga energi di Indonesia jauh lebih kondusif dibandingkan dengan kondisi yang dialami negara lain seperti Singapura, Filipina dan Thailand. 

“Konsistensi Presiden Prabowo dalam mengedepankan jalur diplomasi damai, deeskalasi konflik, serta penghormatan terhadap hukum internasional merupakan cerminan dari politik luar negeri bebas aktif yang berorientasi global sekaligus memiliki dampak langsung terhadap stabilitas nasional," ungkapnya.

BACA JUGA: Eddy Soeparno Desak Pemerintah Mitigasi Kenaikan Harga Plastik hingga Pupuk Akibat Krisis Energi

“Sejak awal kami sudah sampaikan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi menekan rantai pasok energi global dan mendorong kenaikan harga minyak mentah, pupuk, bahan baku plastik dan lainnya," sambungnya.

Oleh karena itu, setiap upaya deeskalasi, termasuk gencatan senjata, harus kita apresiasi karena berdampak langsung pada stabilitas perekonomian nasional.

BACA JUGA: Waka MPR Eddy Soeparno Tegaskan Urgensi Ketahanan Energi Sejajar Ketahanan Nasional

Lebih jauh, Doktor Ilmu Politik UI ini menekankan bahwa keberhasilan strategi diplomasi Presiden Prabowo secara langsung berkontribusi pada stabilitas harga energi, inflasi, serta kepastian ekonomi di dalam negeri. 

“Ketika harga energi global lebih terkendali maka tekanan terhadap APBN berkurang, subsidi energi lebih terjaga, dan daya beli masyarakat bisa dipertahankan,” tegas Eddy. 

Dalam berbagai pernyataannya, Eddy secara konsisten menekankan bahwa ketahanan energi nasional tidak boleh semata bergantung pada dinamika global. 

Dia mendorong pemerintah untuk mempercepat agenda transisi energi, termasuk penguatan elektrifikasi transportasi, industri dan rumah tangga, pengembangan energi baru terbarukan, agar terhindar dari ketergantungan terhadap impor energi fosil. 

“Diplomasi yang efektif harus diiringi dengan kebijakan domestik yang kuat. Kita harus membangun sistem ketahanan energi yang kuat agar tidak mudah terguncang oleh konflik internasional,” jelasnya. 

Eddy juga mengingatkan pentingnya keandalan pasokan energi nasional, termasuk melalui penguatan cadangan energi strategis dan optimalisasi peran BUMN energi dalam menjaga stabilitas distribusi. 

Dia menekankan bahwa ketahanan energi merupakan bagian integral dari kedaulatan nasional. 

“Diplomasi yang berhasil harus diterjemahkan menjadi kebijakan dalam negeri yang konkret. Inilah kunci agar Indonesia mampu membangun ketahanan ekonomi dan energi yang berkelanjutan di tengah gejolak global,” pungkasnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jelang Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi, Begini Saran Eddy Soeparno untuk Pemerintah


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Konsultan Kemendikbudristek Sebut Rekomendasi soal Chromebook Tak Diindahkan
• 9 menit lalukatadata.co.id
thumb
Cek Data: Menguji Klaim Sawit sebagai Komoditas Pengguncang Dunia
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sinergikan BMT dan Koperasi Desa Merah Putih, LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kurniawan Pastikan Timnas Indonesia U-17 Siap Tempur di Piala AFF U-17 2026
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dikabarkan Alami Kecelakaan Tunggal, Begini Kondisi Fajar Sadboy
• 13 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.