Saat Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik, Prabowo: 2-3 Tahun Lagi Tak Impor BBM

kompas.id
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Presiden Prabowo Subianto bakal menggencarkan sejumlah program elektrifikasi untuk mewujudkan swasembada energi. Beberapa di antaranya adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga pembangunan pabrik kendaraan listrik. Dengan sejumlah program tersebut, diharapkan Indonesia tidak lagi mengimpor bahan bakar minyak dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT Vektor di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Selain Presiden, acara dihadiri oleh beberapa menteri Kabinet Merah Putih, antara lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Hadir pula Komisaris Utama PT Vektor Mobilitas Teknologi sekaligus Ketua Kamar Dagang Indonesia Anindya Bakrie.

Saat memberikan sambutan, Presiden mengingatkan bahwa Indonesia harus waspada karena bakal menghadapi banyak tantangan dalam beberapa bulan ke depan. Di tengah krisis dunia, tantangan dimaksud salah satunya terkait dengan bidang energi, sebagai imbas perang di Timur Tengah. Oleh karena itu, ia menegaskan, penghematan energi harus dilakukan.

“Walaupun bagaimana, kita harus menuju energi yang bersih, energi terbarukan. Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, elektrifikasi,” ujar Prabowo.

Dengan nanti 100 gigawatt (PLTS), kita akan menghemat sangat-sangat besar. Mungkin kita 2-3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali.

Untuk menuju elektrifikasi, lanjutnya, pemerintah akan menggencarkan sejumlah program, salah satunya pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkekuatan 100 gigawatt dalam dua tahun ke depan. Dengan keberadaan PLTS itu, pemerintah akan menutup 13 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini dioperasikan PT PLN.

Baca JugaSaatnya Kendaraan Listrik Tancap Gas

Dengan menutup 13 PLTD, kata Prabowo, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bisa dihemat hingga 200.000 barel per hari atau 20 persen dari total impor BBM Indonesia setiap harinya. Adapun total impor BBM Indonesia hingga saat ini adalah 1 juta barel per hari.

“Dengan nanti 100 gigawatt (PLTS), kita akan menghemat sangat-sangat besar. Mungkin kita 2-3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali,” tutur Prabowo.

Selain pembangunan PLTS, pemerintah juga disebut bakal membangun pabrik kendaraan listrik, khususnya mobil sedan. Diversifikasi bahan untuk memproduksi bahan bakar juga bakal dilakukan, misalnya, membuat avtur dari kelapa sawit dan minyak jelantah. Pemerintah pun bakal berinvestasi besar-besaran untuk membuka pusat pengolahannya.

Di tengah upaya pemerintah mewujudkan elektrifikasi, Prabowo mengapresiasi inisiatif PT Vektor membangun pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik. Kendaraan yang paling awal dibuat, yakni bus dan truk, beberapa di antaranya sudah dibeli oleh Pemerintah Provinsi Jakarta. Presiden mengundang pemerintah provinsi lain, misalnya, Jawa Tengah, dan TNI untuk turut membelinya.

Baca JugaMobil ”Merah Putih”, tapi Asing

Kemampuan industri dalam negeri merakit kendaraan listrik dan kesediaan pemerintah daerah untuk menggunakannya, menurut Prabowo, memperkuat upaya mewujudkan elektrifikasi, bahkan swasembada energi. Ia meyakini, dalam beberapa tahun ke depan Indonesia bakal bertransformasi menjadi bangsa yang sangat kuat dan mengejutkan negara-negara lain.

“Tahun depan, kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia. Indonesia sedang bangkit. This giant is waking up. We will not be anymore the sleeping giant. We are rising,” kata Prabowo.

Komisaris Utama PT Vektor Mobilitas Teknologi Anindya Bakrie mengatakan, perusahaan ini didirikan untuk mencapai dua gagasan besar, yakni dekarbonisasi dan kemandirian ekonomi. Bus dan truk dipilih sebagai kendaraan pertama yang dibuat karena dinilai bisa menjadi tonggak yang menumbuhkan industri kendaraan listrik dengan menggerakkan ekosistem yang besar.

Berkaca dari perkembangan industri kendaraan listrik di negara lain, misalnya Jepang, pengembangan dimulai dengan bus dan truk sebelum ke berbagai jenis mobil lainnya.

Selain itu, elektrifikasi bus dan truk juga dipandang bisa mewujudkan penghematan energi secara lebih signifikan. “Jumlah subsidi BBM yang bisa dihemat dari elektrifikasi bus dan truk ini bisa mencapai 5 miliar dolar AS per tahun,” kata Anindya.

Baca JugaPemerintah Pacu Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Pada perakitan bus dan truk yang dilakukan PT Vektor, lanjutnya, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang digunakan sebesar 40 persen. Dalam dua tahun ke depan, ditargetkan TKDN mencapai 80 persen.

Di tengah dinamika perang di Timur Tengah, upaya transisi energi menuju energi baru terbarukan kian mendesak. Di Indonesia upaya tersebut juga masih menghadapi berbagai tantangan. Kendati regulasi sudah diterbitkan, transisi energi akan sulit terwujud lantaran belum optimalnya dukungan pembiayaan serta sumber daya manusia yang mendukung.

Sebelumnya, Wakil Direktur Policy+ Kenneth Nicholas mengatakan, regulasi terkait transisi energi terbarukan telah tersedia, mulai dari Kebijakan Energi Nasional, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik, serta Peraturan Presiden tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Namun, investasi energi terbarukan masih terbilang stagnan. Kebutuhan investasi energi terbarukan lebih kurang Rp 1,5 triliun per tahun. Hal ini tentu membutuhkan dukungan pendanaan yang kuat dari perbankan untuk mengembangkan energi terbarukan (Kompas, 8/10/2025).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kalahkan Bangkok, Jakarta Jadi Kota Paling Aman Kedua di ASEAN
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
BNN Ingin Usulkan Pelarangan Rokok Elektrik, Ini 5 Bahaya Vape Bagi Kesehatan
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Mahfud MD Pasang Badan untuk Saiful Mujani! Sebut Seruan Jatuhkan Prabowo Bukan Makar, Melainkan Kritik
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Danantara Tetapkan Denera jadi Holding Bisnis Sampah jadi Listrik
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Simeone Tegaskan Tugas Atletico Belum Selesai Meski Tumbangkan Barca 2-0
• 17 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.