Dua wanita melompat dari angkutan kota (angkot) di Medan usai diancam seorang pria menggunakan parang. Insiden tersebut terekam video dan viral di media sosial.
Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Hamzar Nodi, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari Selasa (7/4) sekitar pukul 13.00 WIB.
Perempuan bernama Novianti dan Erika melompat dari angkot setelah keduanya ditodong parang oleh pelaku di Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.
"Pelaku naik angkot megang parang atau pisau, pengancaman setelah ada perlawanan salah satu dari penumpang perempuan," kata Hamzar saat dihubungi wartawan, Kamis (9/4).
Kedua perempuan sontak memberikan perlawanan kepada pelaku dan berteriak meminta tolong, kemudian melompat dari angkot tersebut.
"Setelah dia melakukan perlawanan, teriak-teriak, dia melompat, ada kesempatan dia melompat," ucap Hamzar.
Hamzar menuturkan, saat pelaku mengancam dengan parang, pelaku mengambil dua handphone milik kedua korban.
"Mengambil dua handphone milik korban dengan maksud merampok," ucap Hamzar.
Pelaku kemudian mengancam sopir angkot tersebut. Seorang penumpang pria lainnya juga ikut melompat untuk menyelamatkan diri.
Korban Novianti dan Erika kemudian dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut. Novianti merupakan mahasiswi di salah satu universitas di Kota Medan.
Kedua korban mengalami luka ringan di tubuhnya dan satu penumpang lainnya tidak diketahui keberadaannya.
Pihak kepolisian masih memburu pelaku dan melakukan penyelidikan terhadap hubungan pelaku dan sopir.





