Penjualan Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) Tumbuh 10% Jadi Rp2,56 Triliun

wartaekonomi.co.id
17 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mencatat lonjakan kinerja operasional sepanjang 2025 dengan laba operasi mencapai Rp388 miliar, meningkat 86% dibandingkan tahun sebelumnya, ditopang kenaikan penjualan dan harga komoditas sawit global.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, UNSP membukukan penjualan sebesar Rp2,56 triliun atau tumbuh 10% secara tahunan. Laba kotor meningkat 25% menjadi Rp757 miliar, sementara EBITDA naik 48% menjadi Rp551 miliar. 

Kinerja tersebut didorong oleh kontribusi utama komoditas kelapa sawit dengan nilai penjualan Rp2,41 triliun, disusul karet sebesar Rp151 miliar. Peningkatan juga dipengaruhi tren kenaikan harga crude palm oil (CPO) global dari rata-rata USD1.082 per ton pada 2024 menjadi USD1.221 per ton pada 2025.

Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto, mengatakan perusahaan fokus meningkatkan produktivitas aset kebun dan pabrik.

“Perseroan terus bekerja keras meningkatkan produktivitas aset kebun, di antaranya dengan peremajaan menggunakan bibit unggul, di tengah peningkatan harga komoditas sawit CPO (crude palm oil) dunia dari level rata-rata bulanan USD 1.082 per ton CIF Rotterdam di tahun 2024 hingga ke rata-rata bulanan USD 1.221 di tahun 2025. Optimalisasi produktivitas pabrik juga dilakukan dengan pembelian buah sawit dari petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka,” ujarnya.

UNSP juga menerapkan prinsip keberlanjutan melalui standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), termasuk kebijakan zero-burning dalam aktivitas perkebunan.

Selain itu, perusahaan mengembangkan bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas tanpa perlu ekspansi lahan. Saat ini, produktivitas sawit nasional rata-rata sekitar 3 ton CPO per hektare per tahun. UNSP menyebut bibit unggul yang dikembangkan mampu menghasilkan hingga 10 ton CPO per hektare per tahun, dengan produksi 40 ton tandan buah segar per hektare dan tingkat ekstraksi 25%.

Baca Juga: Grup Bakrie–Salim (BUMI) Cetak Laba USD81 Juta di 2025, Tumbuh 20,05%

Baca Juga: Terbang 7.697%, Laba Emiten Grup Bakrie (DEWA) Tembus Rp4,3 Triliun di 2025!

Baca Juga: Emiten Bakrie Group (ENRG) Temukan Cadangan Minyak Baru 15,6 Juta Barel di Riau

Manajemen menilai pengembangan bibit unggul dan program peremajaan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, sekaligus mendukung ketahanan energi melalui peningkatan produksi biodiesel.

Direktur Utama UNSP, Bayu Irianto, menyatakan perusahaan akan melanjutkan strategi penguatan fundamental bisnis.

“Melanjuti fokus peningkatan produktivitas kebun dan pabrik, kami akan lanjutkan dengan langkah konkret peningkatan produktivitas aset lainnya dan perbaikan struktur permodalan. Kami optimistis, dalam jangka menengah dan panjang Perseroan akan kembali bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Studi: Gelombang Panas Melebihi Kemampuan Manusia dan Berpotensi Memburuk
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Vivin Cahyani Jadi Plt Ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia
• 12 jam lalubola.com
thumb
Hari Ini! Akun FB dan Instagram Anak Usia di Bawah 16 Tahun Mulai Dihapus
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Ini kata Wapres Gibran terkait proses hukum kasus Andrie Yunus
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Pastikan Segera Periksa Ketum Kesthuri Setiba di Indonesia
• 58 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.