Hati-Hati, Modus Romansa Mengatasnamakan Bea Cukai Bisa Ancam Siapa Saja

jpnn.com
13 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Penipuan mengatasnamakan Bea Cukai dengan modus romansa kembali meramaikan media sosial beberapa pekan terakhir.

Seorang perempuan berusia lanjut diduga berkenalan dengan seseorang yang mengaku berasal dari Australia.

BACA JUGA: Ini Upaya Bea Cukai Dukung Stabilitas Ekonomi dan Kelancaran Logistik

Seseorang tersebut mengaku telah mengirimkan berbagai hadiah dari luar negeri, seperti tas, emas, sepatu, boneka, dan berbagai barang lainnya.

Namun, setelah beberapa waktu, korban dihubungi oleh pihak lain yang mengaku sebagai petugas ekspedisi.

BACA JUGA: Bea Cukai Perkuat Asistensi Industri Hasil Tembakau di Jatim Demi Tujuan Ini

Oknum tersebut menyampaikan paket hadiah tertahan Bea Cukai dan harus ditebus dengan sejumlah biaya.

Korban kemudian diminta mentransfer uang secara bertahap. Dari total biaya sebesar Rp120 juta, korban telah mengirimkan Rp16 juta sebagai “uang pangkal”.

BACA JUGA: Bea Cukai Tinjau Langsung Proses Bisnis Perusahaan Demi Tingkatkan Kepatuhan Kepabenan

Korban bahkan menyerahkan dokumen penting berupa akta tanah dengan sertifikat hak milik (SHM) asli sebagai jaminan pengiriman hadiah karena belum mampu melunasi permintaan pelaku.

Inisiatif korban mengirim akta tanah membawa dokumen penting tersebut sampai ke kantor Bea Cukai.

Berbekal informasi dari alamat pengirim paket, petugas Bea Cukai mengunjungi rumah korban dan melakukan wawancara singkat.

Berdasarkan pengakuan korban, petugas menyimpulkan bahwa terdapat indikasi penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai dan perusahaan pengiriman barang.

Modus romansa sebenarnya bukan hal baru, tetapi terus berulang dengan pola yang hampir serupa. Pelaku memanfaatkan kedekatan emosional untuk menurunkan kewaspadaan korban.

Agar tidak menjadi korban, masyarakat perlu mengenal beberapa ciri umum dari penipuan menggunakan modus romansa ini, antara lain:

a. Pelaku memanfaatkan media sosial untuk menjalin kedekatan dengan calon korban; b. Pelaku mengaku mengirim barang bernilai tinggi dari luar negeri, seperti barang mewah, uang tunai, atau barang berharga lainnya;

c. Ada pihak lain yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai atau ekspedisi yang menyatakan barang ditahan dan korban diminta mengirim sejumlah uang dengan nominal besar yang terus bertambah; dan d. Pelaku meminta korban untuk mengirim sejumlah uang ke rekening pribadi disertai dengan ancaman untuk memainkan psikologis korban.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik apabila mendapati indikasi penipuan.

Masyarakat dapat mengecek kebenaran informasi melalui kanal resmi Bea Cukai dan melaporkannya melalui platform #AmanBersama.

Prinsip sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah Stop, Cek, dan Lapor. Stop, tenangkan diri dulu dan berikan ruang di otak untuk berpikir jernih.

hentikan komunikasi jika menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Cek, pastikan kebenaran informasi tersebut melalui kanal resmi Bea Cukai atau layanan informasi yang tersedia.

Lapor, jika pesan tersebut terindikasi penipuan, masyarakat dapat melaporkannya kepada Bea Cukai agar dapat ditindaklanjuti.

Budi menegaskan bahwa dengan meningkatkan kewaspadaan dan memahami ciri-ciri penipuan, masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus yang merugikan.

Masyarakat dapat mengunjungi situs https://www.beacukai.go.id/amanbersama untuk mengetahui informasi atau melaporkan penipuan mengatasnamakan Bea Cukai.

“Perkembangan teknologi memang memudahkan diri untuk saling berkomunikasi, tetapi hal ini perlu disertai dengan literasi digital yang cukup agar tidak terjerat sebagai korban penipuan. Tetaplah waspada dalam bermedia sosial agar diri tetap aman,” pungkas Budi. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bea Cukai Gencarkan Sosialisasi Rokok Ilegal di 2 Wilayah Ini


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyelundupan Komodo Digagalkan, Dua Tersangka Diamankan
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Istana Sambut Baik Gencatan Senjata Iran-AS Selama 2 Minggu
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Dulu Dibully Gara-Gara Rambut Keriting, Syifa Hadju Kini Bongkar Perjuangan Sampai Berani Tampil Pede!
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Prajurit UNIFIL yang Sempat Ditahan IDF dari Spanyol, Kirim Logistik ke Tim RI
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Investor Asing Lepas Saham Perbankan di Sesi I, Incar Emiten Energi dan Ritel
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.