Pandji Pragiwaksono didampingi pengacaranya, Harris Azhar, mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (9/4). Kedatangan mereka guna menghadiri proses mediasi terkait laporan dugaan penistaan agama dalam materi komedi bertajuk Mens Rea.
Menurut Harris, proses mediasi ini terjadi atas permintaan dari pihak Pandji. Mereka meminta untuk bisa bertemu dengan para pelapor dalam kasus ini. Pertemuan ini juga sudah dipersiapkan sejak 2 minggu lalu.
"Kami minta ke Polda Metro melalui Dirkrimum untuk diadakan semacam dialog dengan para pelapor. Tadi ada lima pelapor hadir semua, dan tadi proses dialognya difasilitasi dengan baik oleh Polda Metro," ungkap Harris saat di Polda Metro Jaya, Kamis (9/4).
Harris mengatakan bahwa pertemuan berjalan dengan lancar. Komunikasi antara Pandji dan pihak pelapor pun cukup baik. Ia memastikan bahwa pertemuan ini terjadi karena Pandji ingin menunjukkan iktikad baik dan berdialog dengan para pelapor.
"Kami tidak nuntut apa-apa, apalagi kami posisinya sebagai terlapor. Tapi kami tunjukkan iktikad baik bahwa kami ingin dialog, bertukar pikiran, bertukar informasi, bertukar pandangan, kira-kira sebetulnya apa latar belakang mereka bikin laporan ke Polda Metro," katanya.
"Tadi ada Pak Novel Bamukmin, ada dari Aziz dari Persaudaraan Islam, lalu ada Pak Andi, ada Pak Kiai yang dari Banten, Serang Banten. Lalu juga ada yang anak muda yang perwakilan apa namanya, NU-Muhammadiyah. Tadi, tadi mereka semua menyampaikan catatan-catatan mereka terhadap performa seni dari Panji di Mens Rea," lanjut Harris.
Pandji Pragiwaksono Lega Bisa Bertemu PelaporDalam kesempatan yang sama, Pandji mengaku lega karena bisa bertemu dan berdialog langsung dengan para pelapor dirinya terkait materi Mens Rea.
Komika berusia 46 tahun ini mengungkap bahwa pertemuan ini merupakan salah satu agenda yang paling ia nantikan sejak kasus ini mencuat ke publik.
"Saya sama Haris sudah dari lama berkeinginan untuk berdialog sama pihak yang melaporkan. Akhirnya bisa kesampaian juga, dan saya jadi punya kesempatan untuk mendengar langsung apa yang mereka resahkan dan saya juga punya kesempatan untuk menjelaskan balik kepada beliau-beliau," ungkap Pandji.
Pandji mengatakan bahwa pertemuanya dengan para pelapor berlangsung dengan santai tanpa ada perdebatan di antara mereka.
"Saya yang datang-datang berasumsi mungkin akan ada banyak perdebatan, tapi ternyata berjalan dengan sejuk, ditutup dengan ketawa-ketawa. Jadi ini proses yang berjalan dengan sangat baik. Saya sih sendiri sudah mengerti posisi keresahan beliau-beliau dan saya jadikan catatan untuk ke depannya bisa lebih baik," ujarnya.
Sebelumnya, usai menjalani pemeriksaan pada Februari lalu, Pandji menegaskan bahwa dirinya tidak berniat sedikit pun untuk menodai agama mana pun. Ia merasa apa yang disampaikan di panggung adalah murni bentuk ekspresi seni dan kritik sosial.
"Saya ada pada posisi tidak merasa melakukan penistaan agama. Jadi prosesnya tadi jalan dengan cukup lancar, pertanyaannya terjawab, dan ya kita ikuti prosesnya saja," ujar Pandji dengan tenang.





