Gangguan di Selat Hormuz Seret Rupiah ke Rp17.090 

idxchannel.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pelemahan rupiah dibayangi oleh gangguan di Selat Hormuz akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Gangguan di Selat Hormuz Seret Rupiah ke Rp17.090 (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 78 poin atau sekitar 0,46 persen ke Rp17.090 per USD pada Kamis (9/4/2026).

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dibayangi oleh gangguan di Selat Hormuz akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga:
Gencatan Senjata Iran-AS Rapuh, Selat Hormuz Tetap Lumpuh

“Pergerakan kapal yang terbatas dan terkontrol ketat telah dilanjutkan, tetapi gangguan pengiriman tetap ada, dengan Iran mempertahankan kendali signifikan atas transit dan akses, menurut laporan,” tulis Ibrahim dalam risetnya pada Kamis (9/4/2026).

Sentimen pasar semakin terganggu oleh meningkatnya serangan Israel di Lebanon, yang berisiko merusak komitmen gencatan senjata antara AS dan Iran. Laporan menunjukkan bahwa jalur kapal tanker melalui selat dihentikan sementara setelah serangan tersebut.

Baca Juga:
Iran Dikabarkan Kembali Tutup Selat Hormuz usai Israel Serang Lebanon

Iran mengatakan pembicaraan damai dengan AS tidak masuk akal setelah serangan terbaru, dengan alasan bahwa serangan tersebut melanggar ketentuan gencatan senjata yang baru diumumkan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, yang memicu harapan akan dibukanya kembali Selat Hormuz dan mengurangi hambatan pasokan. 

Baca Juga:
Raksasa Pelayaran Hapag-Lloyd Tetap Hindari Selat Hormuz meski Ada Gencatan Senjata

Namun, para analis memperingatkan bahwa gangguan struktural pada rantai pasokan dan infrastruktur di seluruh wilayah tersebut dapat memakan waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki.

Dari sentimen domestik, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7 persen, turun dari perkiraan sebelumnya 4,8 persen. 
Meski direvisi turun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) yang hanya 4,2 persen.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah bergerak fluktuatif di rentang Rp17.090-Rp17.140 per USD pada perdagangan selanjutnya.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump akan bahas rencana tol bersama di Selat Hormuz dengan Iran
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Berdasarkan Laporan Menterinya: Kondisi Bangsa Kita Jauh Lebih Baik dari Negara Lain
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Otoritas Forensik Iran: Lebih dari 3.000 Orang Tewas dalam Serangan AS-Israel Sejak 28 Februari
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Sosok Wanita Nikahi Wanita di Malang Buka Suara, Bantah Palsukan Identitas
• 6 jam laludetik.com
thumb
Minho SHINee Terharu Lihat Kondisi Ayahnya, Janji Akan Lebih Sering Menjenguk
• 17 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.