jpnn.com, MAGELANG - Presiden Prabowo Subianti menegaskan Indonesia mampu menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam tiga tahun ke depan.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik VKTR di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4).
BACA JUGA: Presiden Prabowo Tegaskan 2 Kebijakan Pemerintah di Tengah Geopolitik Global
?"Mungkin kita dua, tiga tahun lagi tidak perlu import BBM sama sekali," kata Presiden Prabowo.
Eks Menteri Pertahanan itu menjelaskan arget tersebut akan dicapai melalui program elektrifikasi 100 gigawatt yang diharapkan tuntas dalam dua tahun.
BACA JUGA: Taklimat Presiden Prabowo: Semangat Sumpah Pemuda Antarkan Indonesia Bertahan & Berprestasi
Program ini mencakup penutupan 13 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PLN yang selama ini mengonsumsi solar dalam jumlah besar.
Menurutnya penutupan belasan PLTD tersebut secara langsung dapat menghemat konsumsi solar hingga 200 ribu barel per hari.
BACA JUGA: Bersalaman dengan Nanik BGN, Presiden Prabowo Perintahkan SPPG Jelek Ditertibkan
Saat ini, Indonesia masih melakukan impor BBM sebanyak satu juta barel setiap hari, sehingga pengurangan penggunaan diesel akan memangkas ketergantungan impor sebesar 20 persen.
Selain elektrifikasi pembangkit, pemerintah juga mendorong penggunaan kendaraan listrik serta pemanfaatan sumber energi terbarukan lain seperti pengolahan kelapa sawit dan minyak jelantah menjadi avtur.
Prabowo menegaskan investasi besar-besaran akan dialokasikan untuk pembangunan pusat-pusat pengolahan atau refinery guna mendukung transformasi tersebut.
"Kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," kata Prabowo
Prabowo meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang dalam upaya mendorong hilirisasi dan industrialisasi teknologi di dalam negeri.
Melalui peningkatan kapasitas produksi hingga mencapai 10.000 unit bus per tahun, pemerintah berupaya memperkuat ekosistem otomotif nasional sekaligus menaikkan standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap hingga menyentuh angka 80 persen.
Pengoperasian pabrik tersebut juga menjadi instrumen strategis dalam mendukung transisi energi nasional dari ketergantungan fosil menuju penggunaan energi bersih. (Antara/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
BACA ARTIKEL LAINNYA... Prabowo Bicara Jika Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Aman?
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian




