BPOM Soroti Tren Gas Tertawa di Anak Muda: Pengalihan Masalah, Bahayakan Jiwa

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, mengungkapkan penyalahgunaan gas N2O atau gas tertawa banyak dilakukan oleh anak muda. Menurutnya seolah ada tren pada anak-anak muda dalam menggunakan N2O, selain sebagai pengalihan dari masalah.

"Pada umumnya adalah usia-usia ABG dan usia-usia dewasa muda, itu yang menggunakan. Jadi ini ada tren seolah-olah menjadi tren baru dan untuk mengalihkan berbagai macam masalah," kata Ikrar di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Kamis (9/4).

Tren semacam ini, kata Ikrar, bukan hanya terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali. Melainkan juga di berbagai wilayah di Indonesia.

"Bukan hanya di Jakarta, Bali, Surabaya, Medan, bahkan di Makassar, beberapa kota-kota besar lainnya juga," ungkap Ikrar.

Lebih spesifik, Ikrar menyebutkan penyalahgunaan gas N2O dilakukan di tempat hiburan malam. Penggunaannya, kata Ikrar, dipadukan dengan zat lain yang tergolong sebagai narkotika.

"Justru pada umumnya (penyalahgunaan gas N2O) di tempat-tempat hiburan malam. Kadang bahkan berpadu bukan hanya ini, dia menggunakan macam-macam, sabu dan sebagainya termasuk penggunaan obat-obat tertentu," jelas Ikrar.

Menurut Ikrar, seakan ada upaya penjualan gas N2O disasar ke anak muda. Dengan banyaknya anak muda yang menggunakannya, kata Ikrar, hal itu bisa berdampak secara lintas dimensi hingga mengancam suatu generasi.

"Jadi ini betul-betul bisa bermanifestasi bukan hanya manifestasi kesehatan, manifestasi sosial, dan juga manifestasi hilangnya generasi kita," ujar Ikrar.

Oleh karena itu, Ikrar mengatakan perlu perhatian khusus terkait penyalahgunaan gas tertawa ini.

"Jadi kami meminta tentu kepada masyarakat khususnya orang tua, keluarga, ataupun guru-guru yang ada di sekolah, ini tren yang kelihatannya tren yang berbahaya, kita harus buat atensi yang besar untuk memaksimalkan, kita tidak mau kehilangan jiwa apalagi kehilangan generasi masa depan kita," tutur Ikrar.

Selain itu, Ikrar menyebut pihaknya melakukan kerja sama dengan stakeholders lain agar hal ini menjadi perhatian nasional. Hal yang paling utama, menurutnya, adalah edukasi kepada para anak muda.

"Jadi tentu kita akan lebih aktif lagi turun ke lapangan tapi kita gandeng stakeholder yang lain termasuk saya kira Badan Narkotika Nasional kita akan ikut sertakan," sebut Ikrar.

"Jadi kita ingin memaksimalkan juga edukasi bahwa penggunaan gas medis ini yang tidak sesuai bisa saja membahayakan kesehatan, tetapi juga bisa membahayakan jiwanya," imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dewi Perssik Resmi Laporkan Pencatut Namanya di FB, Pelaku Terancam Hukuman Lebih dari 10 Tahun
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Hashim Sebut Prabowo Mau Dikudeta, Andreas PDIP Singgung Kekhawatiran Berlebih
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Menperin: Kesepakatan AS-Iran Soal Selat Hormuz Bakal Normalkan Suplai Plastik
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Panduan Cara Cek Pengumuman Hasil CAT Guru PPPK SMA Garuda Hari ini 9-10 April 2026
• 15 jam laludisway.id
thumb
Polisikan Akun Sosmed yang Pakai Namanya, Dewi Perssik: Takutnya Nanti DM - DM Suami Orang
• 13 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.