jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyebut orang lingkaran Presiden RI Prabowo Subianto seharusnya bisa berbicara yang membuat iklim sosial tetap stabil agar para investor mau menanamkan modal di Indonesia.
Hal demikian dikatakan Andreas menyikapi pernyataan Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo terkait ada pihak yang mau kudeta Prabowo Subianto dari posisi Kepala Negara.
BACA JUGA: Hashim: Ada yang Mau Kudeta Prabowo
"Lingkaran di sekitar Pak Prabowo seharusnya membantu menciptakan suasana kondusif untuk jalannya pemerintahan yang stabil," kata dia melalui layanan pesan, Kamis (9/4).
Andreas melanjutkan lingkaran Prabowo seharusnya bisa kompak dan tidak membuat pernyataan yang saling bertentangan.
BACA JUGA: Naga Api Menyala di Malaysia, Herry IP Rancang Kudeta Emas Kejuaraan Dunia 2025
Misalnya, kata dia, ada pihak di lingkaran mengungkap upaya kudeta pihak tertentu ke Kepala Negara.
Sementara itu, ujar dia, sebagian pejabat pemerintah lain malah membeberkan dukungan kuat rakyat ke Prabowo yang mencapai 70 persen.
"Ada yang cenderung paranoid, mempunyai kekhawatiran berlebihan bahwa ada ancaman kudeta," kata Andreas.
Toh, kata dia, kudeta terhadap pemimpin sebuah negara biasanya hanya bisa dilakukan oleh kelompok bersenjata.
Menurutnya, TNI di sisi lain menjadi pihak yang diperbolehkan dalam aturan di Indonesia untuk memegang senjata.
"Siapa, sih, yang mau kudeta? Kalau kudeta tentu orang atau kelompok orang bersenjata yang mau mengambilalih kekuasaan, di Indonesia ini siapa, sih, yang punya senjata? Tentu TNI," ujar Andreas.
Sebelumnya, Hashim menyatakan di tengah program-program yang dijalankan pemerintah ternyata ada upaya tokoh tertentu mengguncang, menggoyang, dan mengganggu stabilitas nasional.
Menurut Hasim, ada pihak mau menggoyang Presiden Prabowo Subianto yang jabatannya belum sampai satu setengah tahun.
"Saya hitung satu tahun lima bulan sudah ada yang ingin menggulingkan dia, sudah ada yang mau kudeta dia, mau menggantikan dia secara inkonstitusional," ujarnya saat membawakan sambutan pada Paskah Nasional 2026 di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (8/4). (ast/jpnn)
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Aristo Setiawan




