WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan persidangan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus harus berlangsung transparan, adil, dan akuntabel, guna menegakkan keadilan nyata dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem hukum.
"Keadilan harus hadir secara nyata di tengah masyarakat dan proses hukum harus berjalan jujur, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Wapres Gibran dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Gibran menegaskan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo berkomitmen mendukung penguatan sistem peradilan agar semakin adil dan dipercaya masyarakat.
Baca juga : Gibran Sumbang 15 Chromebook untuk SD Inpres Kaniti di Kupang
"Oleh sebab itu, pelibatan langsung kalangan profesional dengan rekam jejak dan integritas yang kuat sebagai hakim ad-hoc di pengadilan penyiraman air keras terhadap Saudara Andrie Yunus menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik dan marwah hukum," jelasnya.
Ia menambahkan, berbagai pihak ingin keadilan tidak hanya ditegakkan, tetapi juga diyakini oleh masyarakat.
Sementara itu, RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) melaporkan kondisi luka bakar yang dialami Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menunjukkan perbaikan signifikan. Yoga Nara, Manajer Hukum dan Humas RSCM, menyebut Andrie kembali menjalani operasi untuk membersihkan sisa jaringan kulit mati di area leher belakang serta dilakukan cangkok kulit lanjutan guna mendukung proses penyembuhan optimal.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga telah menindaklanjuti kasus ini dengan menyurati Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memeriksa empat tersangka yang diduga terlibat. Komnas HAM sebelumnya memanggil Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI pada Rabu (1/4) untuk berkoordinasi terkait perkembangan kasus tersebut. (Ant/I-1)





