Deli Serdang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang, memastikan seluruh korban dalam bencana tanah longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, telah ditemukan. Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan telah resmi ditutup.
"Seluruh korban tanah longsor di Desa Sembahe telah berhasil ditemukan dan dievakuasi. Operasi SAR gabungan juga sudah resmi ditutup, dan saat ini kami fokus pada penanganan lanjutan di lokasi terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Deli Serdang, Mukti Ali Harahap di Lubuk Pakam, Kamis, 9 April 2026, melansir Antara.
Ia menjelaskan, dalam kejadian tersebut tercatat lima orang meninggal dan satu orang mengalami luka ringan. Selain itu, longsor juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta satu unit fasilitas ibadah.
Baca Juga :
Longsor di Sembahe: Ini Daftar Nama Korban MeninggalDia menyebut, di titik lain di Kecamatan Sibolangit, seperti Desa Batu Belin dan Desa Tambunen, material longsor yang menutup badan jalan telah berhasil dibersihkan. Namun, masih ada jalur yang hanya dapat dilalui satu arah sehingga pengguna jalan harus waspada.
"Di Sibolangit, titik longsor ada di lima desa. Titik longsor di Desa Tambunen saat ini hanya bisa diakses satu jalur," ungkap dia.
Korban bencana tanah longsor di Desa Sembahe Kecamatan Sibolnagit Kabupaten Deliselirdang ANTARA/HO-BPBD Sumut
Sementara itu, di Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir, akses jalan penghubung antar kecamatan yang sempat terganggu akibat material longsor, telah dibersihkan. BPBD bersama unsur terkait tetap siaga di lapangan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.
"Seluruh titik longsor yang terjadi diawali hujan deras pada Selasa malam. Kepada masyarakat diimbau untuk tetap waspada, khususnya di wilayah rawan longsor, serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat," jelas dia.




