FAJAR, MAKASSAR – Pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan kawasan Leimena, Antang, hingga Manggala terus dikebut sebagai jawaban atas meningkatnya kemacetan di wilayah timur Kota Makassar.
Dikembangkan oleh Kalla Land & Property, jalur ini akan melintasi area pinggir Sungai Tallo dari Bukit Baruga menuju Antang, membuka akses baru yang diharapkan mampu mengurangi beban lalu lintas di Jalan Antang Raya.
Selain sebagai pengurai kemacetan, proyek ini juga menjadi respons atas pesatnya pertumbuhan kawasan hunian di koridor Nipa-Nipa. Tercatat, sedikitnya empat klaster perumahan dengan total sekitar 600 unit rumah tengah dikembangkan, yang diproyeksikan akan meningkatkan mobilitas warga secara signifikan.
CEO Kalla Land & Property, Ricky Theodores, menyebut progres pembebasan lahan telah mencapai 60 persen dan ditargetkan selesai pada Juli 2026.
Secara perencanaan, akses jalan ini telah tercantum dalam data Badan Pertanahan Nasional serta dokumen AMDAL, sekaligus mendapat dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai keberadaan jalan alternatif ini sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan akses masyarakat.
“Kalau ini tembus, akses di sana akan jauh lebih nyaman,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pengembangan kawasan tetap memperhatikan tata ruang, termasuk penyediaan ruang terbuka hijau, agar pertumbuhan kota tetap berkelanjutan. (*/)





