Bank Dunia Nilai Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Energi Global

tvrinews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews, Jakarta

Bank Dunia kembali menyoroti ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global, terutama akibat lonjakan harga energi yang dipicu ketidakpastian geopolitik. Dalam laporan terbarunya, Indonesia disebut memiliki kapasitas yang cukup kuat untuk menghadapi situasi tersebut.

Hal ini disampaikan dalam publikasi World Bank East Asia and Pacific Economic Update April 2026 edisi April 2026. Dalam laporan tersebut, Indonesia dinilai memiliki fondasi ekonomi yang solid, sehingga mampu menyerap guncangan eksternal dengan lebih baik dibanding sejumlah negara lain di kawasan.

Salah satu faktor utama yang menopang ketahanan tersebut adalah keberadaan bantalan ekonomi yang memadai. Selain itu, kinerja ekspor komoditas yang masih terjaga turut menjadi penopang stabilitas, yang oleh Bank Dunia disebut sebagai “lindung nilai alami”.

Kondisi ini dinilai memberi keuntungan bagi Indonesia dalam menjaga keseimbangan ekonomi, termasuk stabilitas neraca perdagangan, transaksi berjalan, hingga posisi fiskal di tengah tekanan harga energi dunia.

“Negara dengan bantalan kuat, seperti Kamboja, Vietnam, dan Indonesia, memiliki ruang kebijakan yang besar untuk menyerap tekanan tersebut,” ujar Bank Dunia.

Selain faktor eksternal, kebijakan domestik juga berperan penting. Pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas harga melalui kebijakan penahanan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, sehingga dampak kenaikan energi global tidak langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Dalam analisisnya, Bank Dunia menggunakan simulasi kenaikan harga minyak dunia sebesar USD 20 per barel untuk mengukur dampak terhadap inflasi di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Hasilnya menunjukkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan kenaikan inflasi yang relatif terkendali. Inflasi diproyeksikan berada di kisaran 0,22 persen, lebih rendah dibanding Thailand yang diperkirakan mencapai 0,67 persen dan Filipina 0,62 persen.

“Indonesia menunjukkan respons inflasi yang moderat, yang sebagian disebabkan oleh subsidi domestik dan mekanisme harga yang diatur pemerintah, sehingga melindungi konsumen dari tekanan harga energi,” lanjut Bank Dunia.

Penilaian ini menegaskan bahwa kombinasi antara kekuatan sektor eksternal dan kebijakan dalam negeri menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Survei: Mayoritas Warga AS Dukung Pemakzulan Trump atas Perang Iran
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mengupas Misi Timnas Indonesia di FIFA Matchday Periode Juni: Dongkrak Ranking atau Bangun Chemistry Tim?
• 17 jam lalubola.com
thumb
Musim Kemarau di Kotim Diprediksi Berlangsung 120 Hari
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Amiruddin: PSM Siap Hadapi Tekanan Suporter PSIM
• 17 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Australia: Lebanon harus termasuk dalam gencatan senjata Timur Tengah
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.