Musim Kemarau di Kotim Diprediksi Berlangsung 120 Hari

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Kotawaringin Timur: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melalui Stasiun Meteorologi Haji Asan mengimbau masyarakat bersiap menghadapi musim kemarau panjang pada 2026. Apalagi, durasi musim kemarau di sebagian besar wilayah Kotawaringin Timur diperkirakan sekitar 120 hari atau empat bulan.

“Durasi musim kemarau untuk sebagian besar wilayah Kotim tahun ini sekitar 120 hari atau empat bulan, mulai dari dasarian pertama Juni sampai akhir September. Cukup lama, lebih panjang dibanding normalnya,” kata Kepala BMKG Kotim Mulyono Leo Nardo, dilansir dari Antara, Kamis, 9 April 2026. 

Ia menjelaskan, awal musim kemarau di Kotim dibagi dalam empat zona, yakni Kalteng 8, Kalteng 9, Kalteng 10 dan Kalteng 13. Untuk tiga zona pertama, awal musim kemarau terjadi dalam rentang waktu yang sama, yakni pada dasarian pertama Juni. 
 

Baca Juga :

Kapan Mulai Musim Kemarau 2026? Begini Prediksi BMKG

Musim kemarau tersebut diprakirakan berlangsung hingga dasarian tiga atau akhir September, dengan durasi sekitar 120 hari. Sementara untuk Kalteng 13 yang meliputi wilayah Kecamatan Teluk Sampit dan Pulau Hanaut, awal musim kemarau diprediksi sedikit mengalami kemunduran yakni pada Juni dasarian ketiga atau sekitar 21 Juni.  

Meskipun mulai lebih lambat, akhir masa kemarau tetap diprediksi jatuh pada rentang waktu yang sama, yaitu akhir September. Sedangkan, untuk puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026.  

“Durasi rata-ratanya sekitar 120 hari. Tapi, untuk Teluk Sampit dan Pulau Hanaut itu karena awal musim kemaraunya mundur jadi sekitar 10 dasarian (100 hari), namun jatuhnya sama-sama berakhir di September,” jelasnya.


Ilustrasi. (Pexels)


Terkait kondisi kelembaban udara, BMKG Kotim memantau saat ini masih relatif stabil, pada pagi hari berkisar antara 95 hingga 100 persen. Pada siang hari, kelembaban udara kemungkinan besar masih bertahan di atas angka 70 sampai 80 persen.

BMKG Kotim juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap perubahan atmosfer yang dapat memicu kondisi cuaca ekstrem di wilayah Kotim. “Kesimpulan kami, kemarau tahun ini datangnya lebih awal, durasinya lebih panjang dan kemungkinan besar potensi fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat akan terjadi di tahun ini,” tambah Mulyono.

Menyikapi durasi kemarau yang cukup panjang tersebut, ia memberikan imbauan penting bagi masyarakat. Langkah antisipasi utama yang ditekankan adalah larangan keras melakukan aktivitas pembakaran hutan dan lahan (karhutla) mengingat potensi kekeringan yang dapat menyebabkan perluasan kebakaran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Resmi Hadir di Makassar, Wingstop Suguhkan 9 Varian Rasa dan Promo Spesial
• 21 jam laluterkini.id
thumb
Komika Pandji Pragiwaksono Temui Pelapor di Polda Metro Jaya, Dialog Kasus Mens Rea Berlangsung Sejuk
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Purbaya Pede Ekonomi Kuartal I Tumbuh di Atas 5,5% Berkat Belanja Pemerintah
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
9 Fakta Bayi Baru Lahir Nyaris Dibawa Orang Tak Dikenal di RSHS Bandung, Perawat Dinonaktifkan
• 1 jam laludisway.id
thumb
Kasus Mahasiswa Rekam Dosen: Polisi Sebut Pelaku 6 Kali Rekam Korban Lain
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.