FAJAR, MAKASSAR – Dua legislator Kota Makassar, Basdir dan Zulhajar, menyatakan kesiapan mereka menantang petahana Ketua DPC PKB Makassar, Fauzi Andi Wawo, dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada 19 April mendatang.
Basdir mengaku siap mengemban amanah memimpin PKB Makassar jika mendapat kepercayaan dari partai. Ia menegaskan komitmennya sebagai kader untuk tunduk pada keputusan partai.
“Kita ini prajurit partai. Jika diperintahkan, tentu akan kita seriusi dengan konsolidasi yang matang,” ujarnya.
Meski demikian, Basdir tetap memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Fauzi Andi Wawo. Menurutnya, capaian PKB Makassar yang berhasil meningkatkan jumlah kursi di DPRD dari satu menjadi lima merupakan hasil kerja yang tidak sederhana.
“Itu bukan kerja abal-abal. Itu menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Zulhajar, legislator pendatang baru di DPRD Makassar. Ia menyatakan siap berkompetisi dalam Muscab tersebut.
“Iya, siap,” ujarnya singkat.
Zulhajar menekankan pentingnya Muscab sebagai ajang demokratis bagi seluruh kader untuk berpartisipasi dalam kontestasi kepemimpinan. Menurutnya, PKB harus terus membuka ruang seluas-luasnya bagi kader potensial.
“PKB harus memastikan proses rekrutmen kepemimpinan hingga ke tingkat bawah berlangsung demokratis, mendengar aspirasi, dan memberi ruang bagi kader untuk berkontestasi,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Icul itu saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Kaderisasi Kota (LKK) DPC PKB Makassar. Ia berharap dapat memenangkan Muscab dan melahirkan kepemimpinan terbaik bagi partai.
“Insyaallah siap memenangkan Muscab,” imbuhnya.
Sementara itu, Fauzi Andi Wawo menegaskan ambisinya membawa PKB menjadi kekuatan utama di Kota Makassar. Ia bahkan menargetkan PKB dapat meraih kursi pimpinan DPRD Makassar pada Pemilu 2029.
Menurutnya, kesinambungan program menjadi kunci untuk mencapai target tersebut. Karena itu, ia menyatakan siap kembali maju dalam pemilihan Ketua DPC.
“Target kita ke depan, PKB harus bisa menjadi pimpinan di Makassar pada 2029. Program yang sudah berjalan tidak boleh terputus,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan itu menilai capaian tersebut hanya dapat diraih melalui kepemimpinan yang konsisten dan berkelanjutan.
“Ini kerja panjang sejak 2019, jadi harus berkesinambungan hingga ke titik itu. Karena itu, saya merasa kepemimpinan ini masih perlu saya lanjutkan,” jelasnya.
Fauzi, yang akrab disapa Uci, mengaku sempat mempertimbangkan untuk tidak kembali maju dan memilih fokus mendampingi Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad. Namun, ia menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, khususnya dalam aspek manajerial partai, yang perlu dibenahi.
“Secara pribadi, saya sebenarnya ingin mendampingi Kak Azhar di DPW. Namun, saya melihat potensi PKB ini besar, hanya belum dimanfaatkan secara maksimal. Artinya, masih ada fungsi manajerial yang perlu diperbaiki agar potensi itu bisa tergarap optimal,” pungkasnya. (wid)





