Menperin Siapkan Regulasi Baru: Motor BBM Fokus Ekspor, Molis untuk Pasar Domestik

jpnn.com
13 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan strategi pemerintah dalam memacu industri sepeda motor nasional.

Ke depan, pemerintah menginstruksikan agar seluruh produksi motor listrik (molis) dari pabrikan dalam negeri difokuskan untuk menyuplai pasar domestik, sedangkan motor berbasis bahan bakar minyak (BBM) akan diarahkan ke pasar luar negeri.

BACA JUGA: Molis, Mobil Listrik Karya Siswa SMK, Keren!

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat transisi energi hijau di sektor transportasi darat.

“Pemerintah sedang menyiapkan regulasi di mana nanti produsen-produsen motor listrik yang sudah ada di Indonesia itu segera menyiapkan secukupnya produksi motor listrik, karena kita menginginkan bahwa semua penjualan motor listrik yang berasal dari pabrik-pabrik kita untuk pasar domestik itu melalui motor listrik,” katanya lagi.

BACA JUGA: Molis Magnum Resmi Mengaspal di Batam

Sementara itu, produksi motor berbasis konvensional tidak akan dihentikan, melainkan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, terutama ke kawasan nontradisional.

“Sementara motor-motor yang basisnya masih konvensional itu tetap mereka bisa untuk memproduksi, nanti kami arahkan untuk produk ekspor, baik itu ke negara-negara lain, khususnya di negara-negara mungkin Afrika maupun Middle East maupun Amerika Selatan,” katanya.

BACA JUGA: Viral Pengadaan 25.000 Motor Listrik BGN, Purbaya Ungkap Fakta Ini

Agus menegaskan kebijakan ini tidak hanya menjaga keberlangsungan industri, tetapi juga mengupayakan pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi menuju elektrifikasi.

“Jadi tidak perlu menyetop produksi motor berbasis konvensional karena itu nanti kita arahkan untuk ekspor, tapi sudah harus dimulai pembuatan kapasitas untuk memproduksi motor-motor listrik. Karena semua nanti kami sedang bikin roadmap-nya bahwa seluruh motor listrik yang beredar di Indonesia yang dipakai oleh konsumen itu semuanya berbasis listrik. China sudah berhasil, China sudah basisnya semua motor listrik,” katanya.

Ia menyampaikan pula bahwa arahan Presiden menegaskan seluruh kendaraan ke depan akan berbasis listrik, seiring semakin pentingnya upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Ya, karena memang sekarang makin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Jadi memang tidak ada pilihan lain bahwa kita harus convert ke listrik,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan terkait insentif motor listrik, saat ini pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Keuangan, serta menekankan besaran insentif masih dalam pembahasan.

"Masih dibicarakan," katanya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aksi Solidaritas Andrie Yunus Korban Penyiraman Air Keras Digelar di Depan Kodam V/Brawijaya
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Indonesia kalahkan India 3-0 dalam Grup I Piala BJK
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Trump Minta Netanyahu Redam Serangan ke Lebanon demi Kelancaran Dialog dengan Iran
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Freiburg vs Celta Vigo, Breisgau-Brasilianer Menang Telak di Kandang
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Trump Minta Netanyahu Kurangi Intensitas Serangan ke Lebanon
• 9 menit lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.