Trump Minta Netanyahu Kurangi Intensitas Serangan ke Lebanon

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengatakan telah meminta Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel untuk mengurangi intensitas serangan militer ke Lebanon. Langkah itu dilakukan guna menjaga stabilitas gencatan senjata yang masih rapuh antara AS dan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, setelah serangan besar-besaran Israel ke Lebanon pada, Rabu (8/4/2026), berpotensi menggagalkan upaya diplomasi yang sedang berlangsung.

Trump menyebut telah berbicara langsung dengan Netanyahu agar operasi militer dilakukan lebih terkendali. “Saya sudah bicara dengan Bibi (Netanyahu) dan dia akan meredakannya. Saya pikir kita harus sedikit lebih menahan diri,” kata Trump kepada NBC News, Kamis (9/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa Netanyahu tetap berada dalam posisi yang kuat, namun perlu menurunkan eskalasi serangan agar situasi tidak semakin memanas.

“Netanyahu akan baik-baik saja. Dia akan sedikit meredakan situasi. Dia punya masalah dengan Hezbollah, tapi dia akan menurunkannya sedikit, dan dia akan tetap baik-baik saja,” tambahnya.

Sebelumnya, Iran menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dua pekan dengan AS mencakup penghentian konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon. Namun, Israel justru melancarkan serangan terbesar dalam beberapa waktu terakhir dengan menghantam sekitar 100 target dalam waktu singkat.

Serangan tersebut memicu respons Iran yang kemudian kembali menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.

Di sisi lain, Trump dan Netanyahu memiliki pandangan berbeda dengan Iran dan Pakistan yang berperan sebagai mediator, terkait cakupan gencatan senjata. Keduanya menilai Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut.

Meski demikian, Netanyahu mengisyaratkan adanya langkah diplomatik lanjutan. Ia menyatakan telah menginstruksikan pemerintahannya untuk membuka negosiasi langsung dengan Lebanon, dengan fokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan upaya membangun hubungan damai antara kedua negara. (bil/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menaker Usulkan Penambahan Kuota Peserta Program Magang Nasional 2026 Jadi 150 Ribu Orang
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kisah WNI Meneliti di Antartika 57 Hari: Hadapi Cuaca Badai hingga Suhu Ekstrem
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Aktivitas Gunung Dukono Tinggi, 57 Letusan Terjadi dalam Sehari
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Harapan Baru Siswa SD di Bainaa Barat, Jembatan Penghubung Segera Rampung
• 30 menit lalutvrinews.com
thumb
Laporan: Pemerintahan Trump Ancam Gunakan Kekuatan Militer terhadap Vatikan Terkait Kritik Perang Iran
• 23 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.