Bayi Nyaris Dibawa Orang Tak Dikenal di RSHS Bandung, Ibu Ungkap Kronologinya

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Seorang ibu bernama Nina Saleha mengungkap peristiwa mengejutkan yang dialaminya saat mendampingi bayinya menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Rabu (8/4). Ia menyebut bayinya nyaris dibawa oleh orang tak dikenal.

Nina menceritakan, kejadian bermula saat dirinya menunggu pemeriksaan dokter anak yang tak kunjung datang. Bayinya saat itu masih berada di ruang perawatan RS.

Di sela menunggu, ia sempat berinteraksi dengan seorang perempuan lain yang berada di lokasi yang sama.

"Saya tanya, ‘mau ngapain ke sini? Mau pulang atau nengok?’ Dia bilang mau pulang,” ujar Nina saat dihubungi wartawan, Kamis (9/4).

Tak lama kemudian, dokter anak datang dan memanggil pasien lain terlebih dahulu. Nina pun masih menunggu giliran sambil memperhatikan aktivitas di sekitar ruang perawatan.

Beberapa saat kemudian, situasi menjadi sibuk karena ada pasien bayi lain yang mengalami kondisi darurat.

Nina sempat turun ke bawah bersama suaminya untuk makan. Namun, ia mengaku memiliki firasat tidak enak dan memutuskan kembali ke ruangan.

“Pas saya kembali ke atas, ternyata anak saya sudah dipegang oleh perempuan itu. Saya tanya, ‘Teh, pulang?’ Dia bilang, iya. Pas saya perhatikan baju, selimut, dan wajahnya, itu anak saya,” katanya.

Nina langsung mempertanyakan mengapa bayinya berada di tangan perempuan tersebut.

“Saya bilang, ‘ini anak saya. Saya yang memandikan, saya yang tahu bajunya.’ Saya tanya, ‘memangnya Teteh tidak tahu wajah anaknya sendiri?’” lanjut Nina.

Nina juga mendapati gelang identitas bayinya sudah tidak ada.

“Pas dilihat, gelang namanya sudah tidak ada. Katanya gelangnya sudah digunting oleh suster,” ungkapnya.

Merasa panik, Nina langsung berteriak meminta bantuan. “Saya teriak, ‘Sus, Sus, itu anak saya mau dibawa pergi!’”

Tak lama kemudian, suaminya datang dan situasi menjadi tegang. Menurut Nina, pihak perawat hanya menyampaikan permintaan maaf.

“Susternya bilang, ‘Iya, Bu, maaf. Tadi saya panggil-panggil nama Ibu Nina Saleha tidak ada, jadi saya serahkan.’ Lah, kenapa bisa? Kok bisa dikasihkan?” kata Nina dengan nada heran.

Nina menjelaskan, bayinya yang baru berusia sekitar satu minggu sebelumnya dirawat karena penyakit kuning dan sempat masuk ruang ICU setelah dirujuk ke rumah sakit tersebut.

Ia juga menegaskan tidak mengenal perempuan yang sempat membawa bayinya.

“Tidak kenal, hanya sempat berbicara sebentar saja,” ujarnya.

Perempuan tersebut mengaku keluarga pasien lain dan hendak pulang dari rumah sakit. Namun, sikapnya dinilai mencurigakan.

Diduga Kelalaian RS

Nina menduga ada kelalaian dari pihak rumah sakit, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

“Kalau menurut saya, ada unsur kelalaian dari suster, ada juga kemungkinan unsur kesengajaan,” ujarnya.

Nina juga mempertanyakan prosedur keamanan, terutama terkait gelang identitas bayi yang seharusnya menjadi penanda penting.

“Kan ada gelang nama, kenapa harus digunting? Seharusnya kalau tidak tahu, ditanya dulu,” katanya.

Nina belum melaporkan polisi atas insiden itu. Namun, dia sempat menyampaikan protes kepada pihak rumah sakit.

“Dari pihak rumah sakit cuma bilang, ‘Sudah, Bu, jangan berisik, maaf, jangan diperpanjang,’” ujarnya.

Meski begitu, setelah kejadian tersebut viral di media sosial, pihak rumah sakit disebut telah menghubunginya melalui pesan singkat untuk menyampaikan permohonan maaf dan janji evaluasi.

Nina berharap kasus ini dapat ditindaklanjuti secara serius agar tidak terulang di kemudian hari.

“Harapannya ditindaklanjuti. Susternya kalau bisa diberi sanksi tegas, takutnya jadi oknum,” ucapnya.

Humas RSHS Bandung, Ekie Adrian, mengatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih menunggu dari pimpinan.

"Saya masih nunggu arahan pimpinan," ucap Ekie.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TAUD Laporkan Kasus Andrie Yunus ke Bareskrim dengan Pasal Percobaan Pembunuhan dan Terorisme
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Anjlok Rp50 Ribu, Emas Antam Dipatok Rp2.850.000 per Gram pada 9 April 2026
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menkeu Bakal Mempercepat Rekrutmen DJBC Buat Lulusan SMA Sederajat
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polisi Kawal Demo Mahasiswa di Kantor DPRD Jateng
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Influencer Wanita Tiongkok Usia 20 Tahun Diselamatkan di Kamboja, “Ungkap Borok di Balik Layar” Lalu Langsung Diblokir
• 16 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.