Perempuan Bisa Berkarya dari Mana Saja, Ekonomi Kreatif Jadi Motor Inklusif

wartaekonomi.co.id
11 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menegaskan bahwa ekonomi kreatif membuka ruang inklusif bagi perempuan untuk berkarya tanpa batasan lokasi maupun latar belakang, terlebih di era digital.

Hal tersebut disampaikan Wamen Ekraf saat menjadi pembicara dalam dialog nasional dan lokakarya bertema “Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Pengembangan Kemandirian dan Resiliensi Nasional" di Balaikota Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Forum ini merupakan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, yang diinisiasi Kementerian PPN/Bappenas, sebagai upaya memperkuat peran perempuan dalam pembangunan nasional.

“Ekonomi kreatif membuka peluang besar tanpa melihat latar belakang. Dengan dukungan teknologi, perempuan dapat berkarya dari mana saja dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi. Ini adalah ruang inklusif yang memungkinkan siapa pun untuk berkontribusi,” ujar Irene Umar, dikutip dari siaran pers Kementerian Ekraf, Kamis (9/4).

Wamen Ekraf menambahkan, penguatan peran perempuan melalui ekonomi kreatif juga berkontribusi pada peningkatan kapasitas dan kemandirian, seiring semakin terbukanya akses terhadap berbagai peluang usaha dan inovasi.

“Ekonomi kreatif adalah the new engine of growth yang memberikan ruang luas bagi perempuan untuk berkembang. Kuncinya adalah keberanian untuk memulai dan kepercayaan terhadap diri sendiri,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menyampaikan bahwa pendekatan pembangunan ke depan perlu memastikan perempuan terlibat sebagai penggerak, bukan hanya penerima manfaat.

“Perempuan harus menjadi bagian dari proses pembangunan. Kebijakan yang afirmatif diperlukan agar perempuan terlibat dalam strategi ekonomi dan pengambilan keputusan,” ujar Veronica Tan.

Penekanan juga diberikan pada pentingnya sinergi lintas sektor untuk menghadirkan program yang berdampak langsung pada penguatan keluarga, ekonomi lokal, serta ketahanan pangan berbasis komunitas.

Ditambahkan Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, penguatan peran perempuan selaras dengan Asta Cita ke-4, yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan nasional.

“Ketahanan bangsa dibangun dari tingkat keluarga. Dalam berbagai kondisi, perempuan memegang peran penting dalam menjaga keberlangsungan tersebut. Karena itu, penguatan kapasitas perempuan menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Airlangga Tegaskan Digitalisasi dan AI Dorong Ekonomi RI ke Level USD 100 Miliar

Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kuartal Pertama 2026 Tumbuh Kuat

Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam forum ini memperkuat arah kebijakan yang lebih terintegrasi serta mendorong implementasi program yang berdampak langsung di masyarakat.

Kementerian Ekraf melihat bahwa penguatan kepemimpinan perempuan, khususnya melalui sektor ekonomi kreatif, menjadi langkah konkret dalam memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alumni UGM Ini Teliti DNA Hewan Laut Purba Berusia 350.000 Tahun di Antarktika
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Update Korban Serangan Besar Israel di Lebanon: 254 Orang Tewas, 1.165 Luka
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Biaya Tambahan Haji Tak Akan Dibebankan pada Jamaah, BPKH Didorong Tingkatkan Kinerja Investasi
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Purbaya Targetkan Ekonomi Kuartal II-2026 Tumbuh di Atas 5,5 Persen
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Jangan Asal Datang, Ini Adab dan Doa Saat Menjenguk Orang Sakit
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.