Gempa Susulan Maluku Utara Mulai Mereda, BMKG: Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi, Warga Diminta Waspada

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Fenomena gempa susulan pasca gempa utama magnitudo 7,6 di Maluku Utara masih terus menjadi perhatian. Meski jumlah gempa susulan menunjukkan tren menurun, aktivitas gempa susulan belum sepenuhnya berhenti.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa rangkaian gempa susulan diperkirakan akan terus berlangsung hingga beberapa minggu ke depan, meskipun intensitasnya perlahan melemah.

Ribuan Gempa Susulan Tercatat, Tren Mulai Menurun

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengungkapkan bahwa hingga 9 April 2026, total gempa susulan yang tercatat mencapai 1.378 kejadian.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 gempa susulan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Data menunjukkan bahwa frekuensi gempa susulan mengalami penurunan yang cukup signifikan:

  • Hari pertama: 394 gempa susulan

  • Hari keenam: 91 gempa susulan

  • Hari ketujuh: 63 gempa susulan

Penurunan ini menjadi indikasi bahwa energi gempa utama mulai meluruh, meskipun gempa susulan masih terus terjadi.

Gempa Susulan Masih Fluktuatif

Meski tren gempa susulan menurun, BMKG mengingatkan bahwa karakter gempa susulan tetap fluktuatif.

Artinya, gempa susulan dengan getaran yang cukup terasa masih mungkin terjadi sewaktu-waktu.

“Selama masa peluruhan, gempa susulan bisa saja tiba-tiba terasa meski jumlahnya menurun,” jelas Nelly Florida Riama.

Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah terhadap potensi gempa susulan yang masih aktif.

Gempa Susulan Diprediksi Berakhir 2–3 Minggu

BMKG memprediksi rangkaian gempa susulan akan berakhir dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu sejak gempa utama terjadi pada 2 April 2026.

Namun, selama periode tersebut, gempa susulan tetap menjadi ancaman yang harus diwaspadai, terutama di wilayah yang terdampak paling parah.

Pemantauan gempa susulan akan terus dilakukan hingga aktivitas seismik benar-benar stabil.

Dampak Lapangan: Guncangan Kuat dan Tsunami

Selain memantau gempa susulan, tim BMKG juga melakukan survei dampak di lapangan.

Hasilnya menunjukkan bahwa guncangan akibat gempa utama dan gempa susulan mencapai skala VII MMI di wilayah Pulau Batang Dua.

Tak hanya itu, jejak tsunami setinggi 0,5 hingga 1,5 meter juga ditemukan di beberapa wilayah seperti Bitung dan sekitarnya.

Temuan ini memperkuat bahwa peringatan dini tsunami saat kejadian berlangsung dinilai akurat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lagi Gencar Makan Protein? Hati-hati, Kebanyakan Juga Bisa Jadi Masalah
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Gencatan Senjata! AS Ambil Peran Jaga Selat Hormuz, Trump: Akan Ada Banyak Uang!
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Adu Gemerlap Skuat Asing Persita dan Arema di BRI Super League: Value Tinggi Lawan Para Preman
• 1 jam lalubola.com
thumb
Gara-gara Israel Bombardir Lebanon, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz: Apa Gunanya Perjanjian Gencatan Senjata dengan AS?
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Peringatan Gelombang Tinggi BMKG 10-13 April 2026, Ombak Bisa Tembus 4 Meter di Wilayah Ini
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.