Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme tinggi terhadap masa depan Indonesia dalam waktu dekat. Ia bahkan menyebut Indonesia tengah berada di jalur kebangkitan dan akan memberikan kejutan besar bagi dunia pada 2027 mendatang.
Prabowo menggambarkan Indonesia sebagai 'raksasa yang sedang bangkit'. Kebangkitan ini, menurutnya, akan diikuti berbagai capaian yang membanggakan di masa depan. Ketua Umum Partai Gerindra itu menyampaikan hal tersebut saat menyampaikan sambutam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT Vektor Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4).
"Tahun depan kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia. Indonesia sedang bangkit. This giant is waking up, we will not be the sleeping giant anymore, we are rising. Kebahagiaan ini saya kira akan disusul oleh kebanggaan-kebanggaan lain," kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Menteri Pertahanan 2019-2024 itu juga menyoroti sejumlah terobosan teknologi dalam negeri, termasuk solusi pengelolaan sampah berbasis inovasi anak bangsa dengan biaya yang dinilai murah dan efisien. Ia menyebut langkah itu sebagai bagian dari tonggak penting dalam pembangunan industri nasional.
Prabowo menyampaikan pentingnya kemandirian nasional dengan berdiri di atas kaki sendiri. Ia juga menyasar generasi muda sebagai pihak yang akan menikmati masa depan cerah Indonesia.
Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu juga menyampaikan komitmen untuk meningkatkan investasi negara di sektor kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi penguatan industri nasional.
Setelah memiliki kemampuan memproduksi bus dan truk berbasis listrik secara mandiri, Indonesia berencana memperluas produksi ke segmen kendaraan penumpang. “Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita. Saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik,” ujar Prabowo.
Pada momen tersebut, Prabowo juga menyampaikan kritik terhadap sikap pesimisme yang disuarakan oleh sejumlah kalangan terhadap kondisi bangsa sebagai narasi tidak berdasar.
"Jadi untuk anak-anak muda, masa depan kita cerah. Yang bilang tidak cerah, yang bilang Indonesia gelap, mungkin matanya yang kurang bagus. Matanya dan hatinya," ujarnya.




