REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menekankan bahwa kartu Nusuk merupakan pilar organisasi fundamental musim haji.
"Kartu Nusuk adalah dokumen resmi yang menjamin status hukum jamaah dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan ritual dengan lancar, dalam sistem terpadu yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan dan mencapai standar organisasi dan keamanan tertinggi di tempat-tempat suci,” kata Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, dikutip dari laman Saudi Gazette, Kamis (9/4/2026)
Baca Juga
Hizbullah Melawan di Tengah Serangan Intens Israel, Rudal-Rudal Perlawanan Hantam Wilayah Zionis
Masjid Al Aqsa dan Gereja Makam Suci Dibuka Kembali Setelah Ditutup Israel
Di Tengah Sensor Ketat, Beredar Rekaman CCTV Rudal Iran Hantam Israel Secara Presisi
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjelaskan bahwa kartu Nusuk adalah alat utama untuk mengatur masuknya jamaah ke Makkah dan Masjidil Haram, selain mempermudah pergerakan mereka antar tempat suci.
Hal ini meningkatkan kelancaran pergerakan dan mengurangi kemacetan, sesuai dengan rencana operasional yang tepat untuk manajemen kerumunan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sebagai bagian dari transformasi digitalnya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menyediakan versi digital kartu Nusuk melalui aplikasi Nusuk dan Tawakkalna.
Hal ini memungkinkan para jamaah haji untuk mengakses data mereka secara instan dan mempermudah proses verifikasi serta akses ke layanan terkait haji kapan saja.
Kementerian menjelaskan, melalui akunnya di platform X, bahwa kartu tersebut dikirimkan melalui penyedia layanan yang disetujui untuk setiap jamaah.
Kementerian mendesak para jamaah untuk segera menghubungi perusahaan terkait jika mereka tidak menerima kartu mereka agar prosedur dapat diselesaikan sebelum memulai ritual haji tanpa hambatan.
Infografis Alokasi Kuota Haji Nasional 2026 - (Republika)