Grid.ID - Aktor sekaligus pelawak, Aming turut ambil bagian dalam film terbaru karya Joko Anwar berjudul Ghost in the Cell. Dalam film ini, ia dipercaya memerankan karakter Tokek yang merupakan seorang narapidana dengan kepribadian unik.
Tokoh Tokek digambarkan sebagai sosok yang kompleks, rapuh, namun juga memiliki sisi mengancam. Peran ini menjadi tantangan tersendiri bagi Aming dalam mendalami karakter yang berbeda dari peran-peran sebelumnya.
Aming pun membagikan proses pendalaman karakter yang ia jalani sebelum dan selama proses syuting berlangsung. Ia menjelaskan bahwa setiap aktor telah dibekali panduan karakter sejak awal.
"Yang pasti saya ulang lagi, jadi tiap karakter yang dipersiapkan di film ini semua itu sudah diterima character sheet-nya, termasuk gaya," ujarnya saat berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (9/4/2026).
Menurut Aming, detail karakter yang diberikan sangat membantu dalam memahami sosok Tokek secara menyeluruh. Ia pun mulai mengembangkan karakter tersebut dari berbagai aspek.
"Untuk misalnya Tokek, karakternya seperti apa, implementasinya seperti apa. Terus secara look-nya juga, gaya dia ketawa," katanya.
Tak hanya itu, Aming juga mengungkapkan bahwa karakter Tokek terinspirasi dari konsep binatang. Pendekatan ini memberikan warna tersendiri dalam pembentukan karakter tersebut.
"Ya emang itu semacam interpretasi binatang kan ya, konsep binatang, binatang melata," tuturnya.
Ia kemudian menambahkan bahwa observasi terhadap suara dan perilaku binatang juga menjadi bagian dari proses kreatifnya. Detail kecil seperti suara menjadi inspirasi dalam membentuk karakter.
"Kayak misalnya kita dengar kalau cecak itu kan "cekcekcek", kalau tokek kan "tektektek". Makanya berdasarkan dari hal tersebut, itu bagian dari observasi karakter juga kan," jelasnya.
Pria berusia 45 tahun ini juga menilai bahwa seluruh proses kreatif dalam film ini sudah dipersiapkan dengan matang. Namun, para pemain tetap diberi ruang untuk bereksplorasi.
"Jadi semua sudah dipersiapkan secara karakter, dan Abang (Joko Anwar) juga terbuka untuk kita mengembangkan karakternya," ucapnya.
Ia pun merasa bersyukur karena seluruh tim mampu menerjemahkan visi sang sutradara dengan baik. Hal ini membuat hasil akhir sesuai dengan harapan bersama.
"Dan Alhamdulillah kita semua di sini sesuai dengan ekspektasi, untuk bisa menerjemahkan apa yang dia mau dan sesuai apa yang dia inginkan gitu," ungkapnya.
Selain pendalaman karakter, Aming juga harus menjalani proses makeup untuk mendukung penampilannya sebagai Tokek. Transformasi visual ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter.
Aming pun mengaku bahwa pengalaman makeup tersebut terasa berbeda dari biasanya. Ia justru menikmati setiap proses yang dijalani di lokasi syuting.
"Di-makeup itu jujur ya, karena proses syutingnya menyenangkan, normally itu kan makeup-nya kayak panas segala macam," katanya.
"Tapi karena kita bawaannya happy, nggak berasa. Kalau nggak salah sekitar 2 sampai 3 jam, tapi nggak berasa karena bawaannya happy aja sih," pungkasnya. (*)
Artikel Asli




