TEMPAT Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy di Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat segera direalisasikan setelah tercapainya kesepakatan antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama pembangunan PSEL oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta sejumlah kepala daerah di wilayah Bandung Raya. Penandatanganan juga diikuti Wakil Bupati Purwakarta dan Wakil Bupati Cianjur.
"Sudah disepakati bahwa sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2025, pengembangan PSEL akan dilakukan di Sarimukti," kata Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana, Kamis (9/4).
Baca juga : Danantara Tetapkan Mitra Operator PSEL Bekasi dan Denpasar
Arief menjelaskan, dalam kesepakatan tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat tugas menyiapkan lahan seluas hampir 26 hektare yang berada tidak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti.
Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan kementerian terkait untuk mempercepat proses persetujuan pinjam pakai kawasan hutan guna mendukung pembangunan PSEL Sarimukti.
"Nanti kita minta surat dari Pak Gubernur untuk Menteri Kehutanan agar segera menerbitkan persetujuan pinjam pakai kawasan hutan. Prosesnya saat ini sudah berjalan," ujarnya.
Baca juga : Menteri LH Kebut PSEL di Jawa Barat, Targetkan Sampah Jadi Energi
Selain menyiapkan lahan, Pemprov Jabar juga bertugas memastikan pasokan sampah sebagai bahan baku pengolahan listrik. Sampah tersebut akan dikirim dari enam daerah, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Purwakarta.
"Semua daerah sudah sepakat mengirimkan sampahnya ke PSEL Sarimukti. Kebutuhannya mencapai lebih dari 3.400 ton per hari," ungkapnya.
Pemprov Jabar juga diminta menyiapkan sumber air dengan kapasitas besar untuk mendukung operasional fasilitas tersebut. Namun sebelum itu, pihaknya akan melakukan kajian karena kondisi sungai di sekitar Sarimukti dinilai belum mencukupi kebutuhan proyek waste to energy tersebut.
"Untuk PSEL ini dibutuhkan air cukup banyak, sekitar 1.000 meter kubik per hari. Sementara kondisi saat ini terbatas, debit sungainya kecil, sehingga perlu kajian lebih lanjut terkait sumber airnya," jelas Arief.
Lebih lanjut, Pemprov Jabar saat ini masih menunggu kepastian pembangunan konstruksi dari pemerintah pusat melalui PT Danantara bersama mitra. Pembangunan direncanakan mulai pada akhir 2026 atau awal 2027.
"Kita tidak mengeluarkan biaya karena seluruh pembiayaan akan ditanggung oleh PT Danantara," pungkasnya.(H-2)





