Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan akan berkantor di Kota Tua untuk mendukung percepatan revitalisasi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menata ulang kawasan tersebut.
"Insyaallah di saat waktunya tepat saya sendiri sebagai penanggung jawab akan berkantor di Kota Tua," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dia menjelaskan lokasi tempat berkantor sudah ditentukan dan direncanakan pindah dalam waktu satu bulan atau bulan Mei 2026.
"Sementara barangkali tempat sudah dapet baru rencana kita akan desain untuk dalam mungkin satu bulan lagi baru kita akan pindah ke Kota Tua," ucapnya.
Dia melanjutkan bahwa revitalisasi Kota Tua telah melibatkan para pakar dan ahli yang memiliki pengalaman membangun Kota Lama Semarang, salah satunya Andi yang ditunjuk sebagai ketua revitalisasi.
Rano menyampaikan telah membentuk pokja-pokja agar mempermudah koordinasi lintas sektoral. Nantinya kawasan Kota Tua akan terbagi menjadi tiga zona, yakni zona inti, zona pengembangan, dan zona penunjang.
Pria yang akrab disapa Bang Doel menuturkan untuk saat ini fokus revitalisasi berada di zona inti, salah satunya alun-alun Fatahillah. Tata kelola di zona inti akan memperbaiki sistem parkir hingga aktivitas berdagang.
Dia merincikan luas kawasan zona inti sebesar 80 hektare dari total 363 hektare kawasan Kota Tua.
"Jadi artinya itu bagian zona int. Bahkan ya akan menjadi prioritas kita pertama yaitu membangun area parkir dan untuk teman-teman PKL kita tentu harus kita berikan fasilitas namun harus kita atur agar suasana Kota Tua itu tidak terganggu," jelasnya.





