JAKARTA, KOMPAS – Perguruan tinggi yang membuka jalur masuk kuliah melalui rekognisi pembelajaran lampau atau RPL terus bermunculan. Jalur masuk kuliah yang memberikan kesempatan pengalaman kerja hingga pendidikan non-formal diakui sebagai sistem kredit semester, ini memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa memperoleh penyetaraan dengan kualifikasi tertentu yang bisa diakui perguruan tinggi.
Berkuliah lewat jalur RPL memungkinkan mahasiswa di jenjang sarjana maupun pasca-sarjana mendapatkan pengurangan beban satuan kredit semester sehingga kuliah bisa lebih cepat selesai dan biaya kuliah yang lebih rendah.
Universitas Multimedia Nusantara, salah satunya, menjadi perguruan tinggi yang membuka jalur RPL. Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Andrey Andoko di acara Halalbihalal UMN di Jakarta, Kamis (9/4/2026), mengatakan di tahun ini, UMN membuka jalur masuk kuliah RPL untuk program sarjana dan pascasarjana. Pada tahap awal ini, RPL disediakan untuk program studi (prodi) S1 Pembelajaran Jarak Jauh Ilmu Komunikasi dan S2 manajemen teknologi.
“UMN terus menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia untuk berkembang. Kami ingin mendukung seluruh individu untuk tetap adaptif dan menjadi pembelajar sepanjang hayat, seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang begitu cepat,” kata Andrey.
Hingga kini, berdasarkan data di Sistem E-Rekomendasi RPL (SIERRA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), untuk semester pengajuan RPL tahun ajaran 2025/2026 genap terdata 620 perguruan tinggi yang terdaftar. Namun statusnya ada yang sudah melaksanakan, dan ada yang belum melaksanakan.
Selain program RPL, UMN membuka Prodi Artificial Intelligence (AI) dengan pendekatan sustainable AI. Untuk program kecerdasan buatan ini ada peluang bagi mahasiswa untuk bisa meraih gelar sarjana dan master luar negeri dalam waktu lima tahun dengan skema 3+1+1 (tiga tahun studi di UMN, satu tahun di Taiwan untuk penyelesaian sarjana, dan tambahan satu tahun untuk program magister).
Mahasiswa mendapat gelar sarjana dari UMN serta gelar master dari Chang Gung University, Taiwan. Prodi ini tidak hanya berfokus pada performa teknologi, tetapi juga mempertimbangkan aspek etika, lingkungan, dan kebutuhan manusia.
Jalur masuk RPL merupakan bagian dari komitmen UMN menghadirkan pendidikan berkualitas dan inklusif.
Menurut Andrey, jalur masuk RPL merupakan bagian dari komitmen UMN menghadirkan pendidikan berkualitas dan inklusif. Program RPL memberikan kesempatan kepada masyarakat yang sudah memiliki pengalaman bekerja dan keahlian tertentu yang relevan dengan dua program studi di UMN.
“Pengalaman bekerja dan keahlian yang relevan nantinya bisa diakui dengan mata kuliah tertentu, sehingga bisa menyelesaikan perkuliahan lebih singkat dengan biaya yang lebih murah”, jelas Andrey.
Adanya program RPL, lanjut Andrey, menjadi peluang bagi para pekerja dan profesional untuk meningkatkan pendidikan di jenjang sarjana dan pascasarjana. Program ini juga diharapkan dapat mendukung mahasiswa di perusahaan dalam pengembangan karier ataupun menjawab tantangan yang dihadapi dalam dunia kerja maupun bisnis.
Direktur RPL UMN, Prio Utomo, mengatakan, dibukanya jalur masuk RPL sebagai wujud komitmen terhadap inklusivitas pendidikan. Program RPL UMN dirancang untuk memberikan pengakuan atas capaian pembelajaran yang diperoleh dari pengalaman kerja maupun pendidikan sebelumnya.
“Melalui program RPL, kami memberikan kesempatan bagi masyarakat, khususnya para profesional, untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan lebih efisien tanpa harus mengulang seluruh proses pembelajaran. Pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki dapat dikonversi menjadi kredit akademik melalui proses asesmen yang transparan dan terukur,” ujar Prio yang juga Dekan Fakultas Bisnis UMN.
Program RPL UMN memiliki sejumlah keunggulan, antara lain pengakuan kredit hingga 60 persen dari total SKS, proses asesmen berbasis portofolio dan evaluasi kompetensi, serta sistem yang transparan dan berbasis penjaminan mutu. Program ini juga dirancang secara fleksibel bagi para profesional, sehingga memungkinkan mereka untuk tetap bekerja sambil melanjutkan studi dengan durasi yang lebih singkat, tanpa mengurangi kualitas akademik.
“Ke depan, kami berharap program RPL UMN dapat menjadi alternatif pendidikan tinggi yang inklusif dan fleksibel, serta mendorong lebih banyak masyarakat untuk melanjutkan studi dan meningkatkan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Prio.
Prio menjelaskan, nantinya calon mahasiswa akan melewati beberapa tahap, mulai dari asesmen berbasis portofolio, wawancara, hingga evaluasi kompetensi dengan sistem transparan dan penjaminan mutu yang terukur. “Program RPL ini memiliki sedikit perbedaan dengan program reguler, mengingat durasi studi yang lebih cepat dengan waktu yang fleksibel. Calon mahasiswa tidak perlu memulai studi dari awal namun menempatkan pengalaman kerja, maupun studi formal dan informal sebagai proses pembelajaran yang sah dan terukur secara akademik”, ujar Prio.
Prio berharap program RPL UMN nantinya dapat memberikan opsi studi lebih banyak lagi, terutama pada pendidikan tinggi yang inklusif dan fleksibel. Selain itu, diharapkan lewat program ini UMN bisa melahirkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN Friska Natalia menegaskan, meskipun masuk melalui jalur RPL, kurikulum dan proses pembelajaran yang diterima calon mahasiswa tetap setara dengan hasil konversi yang diberikan, serta melihat relevansinya dengan mata kuliah yang akan ditempuh. “Adapun mata kuliah yang tidak memiliki relevansi tetap wajib diikuti oleh mahasiswa,”, kata Friska.
Jalur masuk RPL juga tersedia di Universitas Indonesia (UI) dengan nama Program Sarjana Jalur RPL. Program ini mengakui capaian pembelajaran mahasiswa melalui pendidikan formal sebelumnya (seperti jenjang Diploma) maupun pengalaman kerja. Seleksi penerimaan dilakukan melalui SIMAK UI dengan materi ujian Tes Potensi Akademik (TPA) dan Bahasa Inggris.
Jalur masuk RPL juga tersedia di Universitas Indonesia (UI) dengan nama Program Sarjana Jalur RPL.
Dikutip dari laman akademik Universitas Gadjah Mada (UGM), Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM Gandes Retno Rahayu menyampaikan, untuk mendukung RPL, UGM menggelar pelatihan yang diikuti dosen UGM. Tujuannya untuk memastikan proses asesmen RPL berlangsung objektif, akuntabel, serta sesuai standar nasional.
”Untuk itu, diperlukan asesor RPL yang terampil”, kata Gandes.
Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik UGM menyelenggarakan Pelatihan Asesor RPL akhir tahun 2025. Para asesor RPL dibekali berbagai keterampilan seperti melakukan verifikasi bukti kompetensi peserta secara sistematis, dan juga kemampuan melakukan penilaian adil berdasarkan capaian pembelajaran. Demikian pula memberikan rekomendasi akademik yang akurat yang mendukung pemetaan kualitas input mahasiswa jalur RPL.
“Dengan kapasitas asesor yang terstandar, proses validasi pengalaman belajar peserta RPL dapat dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini berpengaruh langsung pada kualitas lulusan yang dihasilkan,” kata Gandes.
Selain itu, pelaksanaan RPL yang kredibel memperluas kesempatan belajar bagi pekerja profesional, pelaku industri, maupun masyarakat dengan keterbatasan akses pendidikan formal. ”UGM menegaskan komitmennya untuk mendukung implementasi RPL nasional yang berkualitas, relevan, dan berkelanjutan”, lanjut Gandes.
Ke depan, diharapkan semakin banyak program studi di UGM mampu menyelenggarakan RPL secara mandiri dengan standar mutu tinggi. dengan demikian, mobilitas pembelajar sepanjang hayat dapat terwujud.
Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 41 Tahun 2021 tentang RPL, persyaratan prodi RPL yakni Skema perolehan sks diselenggarakan oleh program studi yang terakreditasi minimal B/Baik Sekali. Adapun untuk skema transfer SKS diselenggarakan oleh prodi yang terakreditasi dan telah menghasilkan lulusan.
Prodi yang telah memenuhi ketentuan untuk melaksanakan Program RPL dengan skema perolehan SKS wajib memiliki sertifikat kelayakan penyelenggaraan RPL yang dikeluarkan oleh sierra.kemdikbud.go.id untuk semester penyelenggaraan RPL.





