Kendari: Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Tenggara (Sultra) memfokuskan penyelesaian visa dan dokumen bagi 2.049 calon haji. Mereka dipastikan berangkat menuju Tanah Suci pada musim haji 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenhaj Sultra Muhammad Lalan Jaya menyampaikan tim kerja bagian visa telah merampungkan pengelompokan kelompok terbang (kloter) serta dokumen pendukung lainnya.
"Alhamdulillah hingga saat ini proses dokumen paspor, visa, hingga kartu Nuzuk telah selesai tanpa kendala. Kami menargetkan seluruh proses dokumen tuntas pada 13 April 2026," katanya, dilansir dari Antara, Kamis, 9 April 2026.
Baca Juga :
Wamenhaj: Kartu Nusuk Dibagikan di EmbarkasiBerdasarkan data Kemenhaj, kuota awal haji Sultra tahun 2026 ditetapkan 2.078 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 2.064 anggota jemaah reguler, 11 orang petugas haji daerah (PHD), dan empat orang dari kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU).
Selain itu, Sultra mendapatkan tambahan 15 limpahan kuota yang tidak terserap dari provinsi lain, yakni Papua, Lampung, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Namun, terdapat selisih mutasi keluar 29 orang, sehingga total anggota jemaah yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar menjadi 2.049 orang.
"Keberhasilan ritual haji sangat ditentukan oleh kesiapan jamaah dalam mempraktikkan ilmu manasik. Kami harap jamaah mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di tanah air sesuai tuntunan syariat saat di Tanah Suci," ujarnya.
Ilustrasi ibadah haji. Dok. Istimewa
Dia menjelaskan rincian anggota jemaah per wilayah meliputi Kota Kendari 546 orang, Kabupaten Kolaka 432 orang, Konawe 171 orang, Kolaka Timur 131 orang, Baubau 130 orang, Bombana 128 orang, Kolaka Utara 141 orang, dan wilayah lainnya di Sultra dengan jumlah bervariasi.
"Terkait distribusi kloter, jemaah haji asal Bumi Anoa (sebutan Sultra) ini akan terbagi dalam lima kloter utuh, yakni kloter 32, 34, 35, 36, dan 38. Selain itu, terdapat dua kloter gabungan yaitu kloter 39 dan kloter 43," ungkapnya.
Pihaknya terus mengimbau jemaah calon haji untuk menjaga kesehatan fisik dan mematangkan persiapan administrasi agar pelaksanaan ibadah di Arab Saudi berjalan lancar dan menjadi haji yang mabrur.



