Pemerintah Bakal Arahkan Produksi Motor Listrik untuk Domestik, Motor Konvensional Diekspor

suarasurabaya.net
8 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah mengarahkan produksi dan pemasaran sepeda motor nasional dengan memfokuskan motor listrik (molis) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sementara sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) atau konvensional difokuskan untuk pasar ekspor.

Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perindustrian (Menperin) menyebut, saat ini pemerintah tengah menyiapkan aturan untuk mendukung percepatan produksi kendaraan listrik, terutama sepeda motor.

“Pemerintah sedang menyiapkan regulasi di mana nanti produsen-produsen motor listrik yang sudah ada di Indonesia itu segera menyiapkan secukupnya produksi motor listrik, karena kita menginginkan bahwa semua penjualan motor listrik yang berasal dari pabrik-pabrik kita untuk pasar domestik itu melalui motor listrik,” katanya seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/4/2026).

Sementara itu, produksi motor berbasis konvensional akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

“Sementara motor-motor yang basisnya masih konvensional itu tetap mereka bisa untuk memproduksi, nanti kita arahkan untuk produk ekspor, baik itu ke negara-negara lain, khususnya di negara-negara mungkin Afrika maupun Middle East maupun Amerika Selatan,” jelasnya.

Kebijakan ini juga dinilai efektif untuk mendorong pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan teknologi menuju elektrifikasi.

“Jadi tidak perlu menyetop produksi motor berbasis konvensional karena itu nanti kita arahkan untuk ekspor, tapi sudah harus dimulai pembuatan kapasitas untuk memproduksi motor-motor listrik. Karena semua nanti kita sedang bikin roadmap-nya bahwa seluruh motor listrik yang beredar di Indonesia yang dipakai oleh konsumen itu semuanya berbasis listrik. China sudah berhasil, China sudah basisnya semua motor listrik,” paparnya.

Agus turut menyampaikan bahwa Prabowo Subianto Presiden menekankan kedepannya seluruh kendaraan di Indonesia akan bertransformasi sebagai kendaraan berbasis listrik. Hal ini sejalan dengan upaya pengurangan ketergantungan bahan bakar fosil.

“Ya, karena memang sekarang semakin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Jadi memang tidak ada pilihan lain bahwa kita harus convert ke listrik,” katanya.

Adapun terkait insentif motor listrik, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan. “Masih dibicarakan (besaran insentif),” pungkasnya.(ant/mar/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Korban Serangan Besar Israel di Lebanon: 254 Orang Tewas, 1.165 Luka
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Horison Kota Lama Semarang Hadirkan Promo WFH dan Bakmie Goreng Hongkong
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Lepas liar satwa dilindungi, 6 pasang Curik Bali kembali ke habitat
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
FIFA Umumkan Daftar Resmi Perangkat Pertandingan Piala Dunia 2026
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jejak Karier Luke Vickery, Winger Kelahiran Amerika Serikat Kebangsaan Australia yang Bisa Jadi Masa Depan Timnas Indonesia
• 10 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.