JAKARTA, KOMPAS.com — Insiden senggolan antara mobil Toyota Innova dan Nissan Livina di ruas Tol Akses Pelabuhan arah Tanjung Priok, Jakarta Utara, dinilai menjadi pengingat pentingnya pengendalian emosi saat berkendara.
Lemahnya kontrol diri disebut dapat memicu konflik yang berpotensi membahayakan keselamatan di jalan.
Guru besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim, mengatakan kemampuan mengontrol diri menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya konflik antar pengendara.
Baca juga: Pengemudi Livina Bakal Perkarakan Innova Usai Senggolan di Tol Tanjung Priok
“Kalau kontrol dirinya nggak kuat ini, makanya kemungkinan bisa saja terjadi seperti yang ada di dalam situasi Livina dan Toyota Innova tersebut,” ujarnya kepada Kompas.com pada Kamis (9/4/2026).
Menurut dia, lemahnya kontrol diri membuat seseorang mudah terpancing emosi dan merespons situasi secara berlebihan. Kondisi tersebut berpotensi memicu tindakan agresif saat terjadi gesekan di jalan.
“Bila tidak punya stabilitas emosi yang baik, mudah sekali terpicu, ekspresif dalam hal pada waktu mengalami suatu masalah situasi responsnya selalu jadi marah-marah, meledak-ledak,” katanya.
Rose menjelaskan, kemampuan mengendalikan diri juga berkaitan erat dengan kejernihan berpikir saat mengambil keputusan di jalan. Pengendara yang tidak mampu mengelola emosi cenderung bertindak berdasarkan dorongan sesaat, bukan pertimbangan rasional.
Hal tersebut, menurut dia, terlihat pada perilaku pengemudi dalam insiden senggolan tersebut.
Baca juga: Cerita di Balik Senggolan Livina dan Innova di Tol Tanjung Priok
“Orang yang seperti ini yang biasa kemudian memenuhi kebutuhan sendiri, kehendaknya sendiri itu adalah orang yang tidak menggunakan secara nalar kognitifnya tidaklah kemudian clear atau jernih,” ucapnya.
Selain itu, kontrol diri juga perlu didukung oleh kesadaran terhadap risiko serta kemampuan memahami situasi di jalan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meredam emosi adalah dengan membangun empati terhadap pengguna jalan lain.
“Cara membantu untuk kita kemudian meregulasi diri salah satunya dengan satu, berempati,” tambahnya.
Sebelumnya, mobil Innova dan Livina senggolan di ruas Tol Akses Pelabuhan arah Tanjung Priok, Jakarta Utara sempat viral di media sosial.
Awal mula senggolan Peristiwa bermula saat pengemudi MW melintas di Tol Ir Wiyoto Wiyono dari arah BSD, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Saat itu, MW hendak berpindah dari lajur 1 ke lajur 2, tepatnya sebelum pintu keluar Pluit. Namun, hal tersebut tidak jadi dilakukan karena keberadaan mobil Innova di belakangnya.
Setelah itu, mobil Innova lainnya berwarna silver di depannya memepet mobil MW secara terus-menerus. MW pun tidak tahu alasan mobil tersebut memepet mobilnya. Ia juga tidak mengenal pengendara dua mobil Innova itu.




