Jelang Moto 3 Spanyol: Jejak Keajaiban Veda Ega Pratama di Jerez, Start di Posisi 15 Finis Juara Ketiga!

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA — Di tengah hiruk-pikuk persaingan Moto3 World Championship musim 2026, satu seri menyimpan makna lebih bagi pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama. Bukan sekadar balapan biasa, melainkan ruang untuk mengulang kenangan—atau bahkan menciptakan cerita baru—di Circuito de Jerez.

Seri Moto3 Spanyol yang akan digelar akhir April ini menjadi momentum penting bagi Veda. Ia datang dengan bekal pengalaman yang kontras. Di satu sisi, ia baru saja mengalami crash di Circuit of the Americas—balapan yang sebenarnya menjanjikan, mengingat ia sempat mencatatkan fastest lap dan bersaing di barisan depan. Namun di sisi lain, Jerez adalah lintasan yang tidak asing, bahkan menjadi saksi salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan kariernya.

Untuk memahami arti Jerez bagi Veda, kita perlu mundur ke tahun lalu, saat ia tampil di Red Bull Rookies Cup 2025. Dalam Race 1 di sirkuit yang sama, Veda memulai balapan dari posisi ke-15—sebuah posisi yang secara realistis jauh dari harapan podium.

Namun balapan itu berubah drastis hanya dalam satu lap.

Dengan start yang nyaris sempurna, Veda melesat melewati para rivalnya, satu per satu, tanpa ragu. Dalam waktu singkat, ia sudah berada di posisi tiga. Manuver agresif itu bukan sekadar keberuntungan, melainkan refleksi dari keberanian dan insting balap yang matang di usianya yang masih sangat muda.

Ia sendiri mengaku sulit menjelaskan momen tersebut. Tetapi bagi pengamat, itu adalah gambaran jelas tentang mentalitas seorang pembalap: berani mengambil celah sekecil apa pun, dan percaya pada kemampuannya sendiri.

Setelah start fenomenal itu, Veda tidak berhenti. Ia terus bertarung di barisan depan, terlibat duel sengit dengan dua pembalap muda berbakat: Hakim Danish dan Brian Uriarte. Ketiganya saling menekan, menciptakan balapan yang intens hingga lap terakhir.

Meski akhirnya harus puas finis di posisi ketiga—terpaut sekitar tiga detik dari Uriarte—hasil itu tetap menjadi pencapaian besar. Itu adalah podium pertamanya di ajang tersebut, sekaligus titik balik yang mengangkat kepercayaan dirinya sepanjang musim. Ia kemudian menutup musim sebagai runner-up, membuka jalan menuju level yang lebih tinggi: Moto3.

Kini, satu tahun berselang, panggung yang sama kembali menanti.

Bedanya, status Veda telah berubah. Ia bukan lagi sekadar talenta muda di Rookies Cup, melainkan rookie di kejuaraan dunia yang sesungguhnya. Tekanan lebih besar, kompetisi lebih ketat, dan margin kesalahan jauh lebih kecil.

Namun ada satu hal yang tetap sama: lintasan Jerez.

Dalam dunia balap, familiarity terhadap sirkuit adalah keuntungan yang tidak ternilai. Setiap tikungan yang sudah dikenali, setiap titik pengereman yang sudah dipahami, memberi kepercayaan diri tambahan—sesuatu yang sangat dibutuhkan setelah pengalaman crash di COTA.

Yang membuat cerita ini semakin menarik adalah kemungkinan terulangnya rivalitas lama. Hakim Danish dan Brian Uriarte juga akan tampil di Moto3 Jerez. Artinya, peluang duel tiga pembalap muda ini kembali terbuka—kali ini di level yang lebih tinggi, dengan taruhan yang lebih besar.

Apakah “keajaiban” dari posisi 15 ke podium bisa terulang? Mungkin tidak dalam bentuk yang sama. Moto3 bukan Rookies Cup; tingkat kompetisinya jauh lebih brutal. Namun, jika ada satu pelajaran dari kisah tahun lalu, itu adalah bahwa Veda memiliki kemampuan untuk melampaui ekspektasi.

Jerez bukan hanya tentang kecepatan. Ia tentang memori, kepercayaan diri, dan momentum.

Dan bagi Veda Ega Pratama, sirkuit ini selalu punya cerita.

Kini tinggal menunggu: apakah cerita itu akan berlanjut—atau justru mencapai babak yang lebih besar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN Jamin Anggaran Makan Bergizi Gratis Transparan, Diawasi Ketat Kemenkeu dan Bappenas
• 19 jam lalumatamata.com
thumb
Besok, Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Dilaporkan ke Bareskrim karena Diduga Ingin Gulingkan Prabowo
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
BRI Super League: Kembali Tanpa Tomas Trucha, PSM Tetap Bidik Hasil Maksimal di Markas PSIM
• 5 jam lalubola.com
thumb
ChatGPT untuk Belajar Makin Populer, Indonesia Masuk 5 Besar Dunia
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta 10 April 2026: Waspada Berawan Tebal di Pagi Hari
• 58 menit lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.