MOSKOW, KOMPAS.TV – Rusia melontarkan kecaman keras terhadap serangan Israel ke Lebanon yang terjadi tak lama setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran diberlakukan.
Moskow menilai serangan tersebut berpotensi menggagalkan momentum diplomasi yang baru saja terbuka di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, Kamis (9/4/2026), serangan Israel disebut telah menimbulkan korban besar di kalangan sipil serta menghancurkan infrastruktur penting.
Baca Juga: Serangan Israel ke Beirut Lebanon Picu Kepanikan Warga, Petugas Darurat Berjuang Selamatkan Korban
Rusia menilai serangan tersebut sebagai tindakan agresif yang tidak dapat dibenarkan, terutama karena menyasar wilayah permukiman di Beirut dan wilayah lain di Lebanon.
“Serangan ini menyebabkan banyak korban di kalangan warga sipil yang tidak bersalah serta kerusakan besar terhadap infrastruktur,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia di Telegram.
Berdasarkan informasi otoritas Lebanon, jumlah korban tewas akibat serangan tersebut telah melampaui 250 orang, sementara lebih dari 1.100 lainnya mengalami luka-luka.
Pemerintah Lebanon bahkan menetapkan hari berkabung nasional menyusul skala serangan yang disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam konflik terbaru.
Rusia juga menyoroti waktu pelaksanaan serangan yang dinilai sangat sensitif, yakni tepat setelah gencatan senjata antara AS dan Iran mulai berlaku.
Menurut Moskow, momen tersebut seharusnya menjadi peluang untuk membuka jalur penyelesaian diplomatik atas krisis yang berlangsung.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- Rusia kecam Israel Lebanon 2026
- serangan Israel Beirut terbaru
- gencatan senjata Iran AS Rusia
- konflik Israel Lebanon hari ini
- Resolusi 1701 PBB Lebanon
- perang Timur Tengah update





